Menuju konten utama

Peta Iran-Israel, Berapa Jarak Kedua Negara, & Update Perang

Berapa jarak Iran dan Israel? Cek peta dua negara dan situasi terbaru seputar konflik dan perang Iran vs Israel.

Peta Iran-Israel, Berapa Jarak Kedua Negara, & Update Perang
Peta Iran-Israel. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Iran dan Israel adalah dua negara yang jaraknya bisa dibilang cukup dekat, jika dilihat di peta. Ketika kedua negara ini terlibat konflik dan saling mengirim serangan, muncul kekhawatiran dunia akan potensi Perang Dunia Ketiga. Simak info terbaru perang Iran vs Israel berikut.

Dalam video-video yang beredar luas di media sosial, terlihat rudal-rudal yang dikirimkan Iran ke Israel tampak seperti hujan meteor. Publik bertanya-tanya apakah jarak kedua negara ini berdekatan hingga rudal-rudal mereka mampu menjangkau satu sama lain.

Jarak Iran-Israel dan Negara yang Memisahkannya

Peta Timur Tengah

Peta Timur Tengah. wikimedia commons/publik domain

Jika diukur dari Tehran, ibukota Iran ke Tel Aviv, ibukota Israel adalah sekitar 1.580 km. Dengan menggunakan Google Maps atau aplikasi sejenis, dapat dilihat bahwa jarak 1.580 km itu sama dengan:

- Malang (Jawa Timur) ke Balikpapan (Kalimantan Timur): memiliki jarak sekitar 1.580 km.

- Banjarmasin (Kalimantan Selatan) ke Palu (Sulawesi Tengah): juga memiliki jarak sekitar 1.580 km.

Kedua negara ini dipisahkan oleh beberapa negara yakni Irak, Suriah, Yordania, dan Lebanon.

Selain berkonflik dengan Iran, Israel juga punya hubungan yang buruk dengan negara-negara tetangga. Mereka tidak mengakui kedaulatan Israel yang dianggap sebagai zionis karena menindas dan mengambil paksa wilayah Palestina.

Update Perang Iran vs Israel

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menanggapi seruan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat pada Israel. Dalam unggahan di akun X @khamenei_ir, sang supreme leader Iran itu mengatakan jika Iran tidak takut sedikitpun pada Israel.

“Presiden AS mengancam kita. Dengan retorikanya yang tidak masuk akal, ia menuntut agar rakyat Iran menyerah kepadanya. Mereka seharusnya mengancam orang-orang yang takut diancam. Bangsa Iran tidak takut dengan ancaman semacam itu.” ujarnya.

Khamenei juga menegaskan jika AS ikut campur dalam perang Iran vs Israel, maka mereka akan mendapati kerugian yang lebih besar.

Di sisi lain, ketegangan akibat perang dua negara masih berlanjut. Dilansir CNA, pejabat Israel mengatakan jika negaranya telah mengirimkan 50 jet yang menyerang sekitar 20 target di Tehran pada Rabu (18/6/2025) kemarin.

Pemerintah Israel juga meminta warga Iran untuk mengungsi karena mereka akan melancarkan serangan lagi hari ini. Target serangan Israel memang tidak dirinci jelas, namun mereka mengatakan akan berfokus pada situs pengayaan Iran di Natanz, bengkel sentrifus di sekitar Tehran, dan situs nuklir di Isfahan.

Serangan Israel ke Iran yang dimulai sejak Jumat pekan lalu mendapat kecaman dari negara luar. China dan Korea Utara secara tegas menganggap Israel telah memicu ketegangan global.

"Tindakan ilegal terorisme yang disponsori negara oleh Israel (sedang) meningkatkan bahaya perang habis-habisan baru di kawasan Timur Tengah," isi pernyataan Korea Utara yang diterbitkan oleh kantor berita milik pemerintah KCNA.

"Tindakan Israel yang mengabaikan hukum dan aturan internasional telah menyebabkan situasi di Timur Tengah tiba-tiba menjadi tegang, dan Tiongkok juga sangat khawatir bahwa situasi tersebut dapat menjadi tidak terkendali," ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Mesir yang diungkap Kementerian Luar Negeri China.

Baca juga artikel terkait PERANG IRAN ISRAEL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra