tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah untuk membendung potensi penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya di jalur Sumatra.
Upaya yang dilakukan yakni segera melakukan pendataan dan pemprofilan terhadap nomor polisi (nopol) kendaraan yang terindikasi melakukan pengisian BBM secara tidak wajar.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan langkah ini diambil setelah adanya laporan atau indikasi di lapangan bahwa BBM subsidi mengalami kelangkaan di SPBU dan menumpuk di pengecer.
"Baik terkait Sumatra itu berarti tidak langka, berarti ini masalah pengawasan," ujar Mars Ega dalam konferensi pers di SPBU Pertamina Rest Area KM 57A Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (16/3/2026).
Ia mengaku persoalan kelangkaan BBM di Sumatra bukan karena stok kosong, melainkan lebih kepada lemahnya pengawasan yang berujung pada penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga akan mengandalkan sistem subsidi tepat yang telah dimiliki. Melalui sistem ini, setiap transaksi pengisian BBM dapat dipantau dan dianalisis.
Dengan demikian, pola-pola mencurigakan seperti kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM dalam sehari bisa langsung terdeteksi.
"Kami sudah menggunakan sistem subsidi tepat, nanti kami akan melakukan profiling. Ini sebagai masukan kepada kami, kami akan profiling nopol-nopol kendaraan yang sekiranya melakukan transaksi tidak wajar, baik secara volume maupun frekuensinya. Mungkin dia bolak-balik, sehari bisa 2-3 kali, ini kami akan bisa melakukan profiling itu," kata dia.
Adapun, setelah data kendaraan bermasalah tersebut terkumpul, Pertamina akan segera berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah setempat.
Menurut Ega, hal ini dilakukan agar pengawasan dan pengetatan di lapangan dilakukan secara bersama-sama, terutama di jalur-jalur rawan di Sumatera.
"Dan tentunya kami akan segera koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat, baik itu aparat negara hukum maupun pembas tempat, bersama-sama Pertamina nanti melakukan pengawasan pengetatan di area jalur Sumatra. Ini sebagai masukan kepada kami karena kalau tadi disampaikan bahwa di pengecer tersedia, ini mungkin dari sisi pengawasannya yang akan kita tingkatkan," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































