tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan pasokan energi selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Salah satu langkah yang telah ditempuh adalah mengunci kontrak pengadaan energi jauh-jauh hari, bahkan sebelum ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran memanas.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan stok bahan bakar minyak (BBM) saat ini berada dalam posisi aman, yaitu di atas 21 hari. Ia mengatakan, persiapan menghadapi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran sudah dimulai sejak tiga bulan sebelumnya.
"Tadi kan pertanyaannya bagaimana sih alur penyiapan BBM ataupun LPG, kami sampaikan ini bulan Maret sudah kita siapkan sejak Januari," ujarnya dalam konferensi pers di SPBU Pertamina KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3/2026).
Ega menjelaskan, perencanaan sejak Januari itu mencakup produk yang diproduksi oleh kilang dalam negeri maupun yang harus diimpor. Yang terpenting, kata dia, kontrak pengadaan untuk kebutuhan Maret sebagian besar sudah dikunci sejak awal sehingga tidak ada pembelian mendadak di tengah tingginya permintaan global.
"Perlu diketahui bahwa untuk Patra Niaga yang melakukan kontrak pengadaan itu, 90 sampai 95 persen itu sudah term, sudah mengunci sebetulnya. Sebelum kejadian geopolitik di Timur Tengah, kita sudah lock pengadaan tersebut. Sehingga saat ini kami fokus memonitor delivery-nya," ucapnya.
Dengan adanya kepastian kontrak ini, stok BBM nasional saat ini tercatat cukup untuk melayani kebutuhan nasional hingga di atas 21 hari.
"Hari ini stok itu di atas 21 hari. Itu sebetulnya akan rolling terus, ada top up pengisian. Ini menjadi bagian mitigasi risiko yang sudah kita siapkan," imbuhnya.
Selain memastikan pasokan produk jadi, Pertamina juga mengoptimalkan produksi kilang dalam negeri. Ega menyebutkan, saat ini kilang beroperasi pada kapasitas maksimal untuk mengutamakan ketersediaan produk bagi masyarakat, bukan lagi semata-mata mengejar keuntungan (profitability).
"Saat ini kami mengoperasikan kilang pada posisi maksimal produksi. Kami melihat bahwa availability produk itu lebih penting daripada profitability. Tugas kami memastikan availability, accessibility, acceptability, dan juga affordability. Jadi saat ini berproduksi kurang lebih 1,1 juta barrel per hari," paparnya.
Menurutnya, untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku (crude oil) ke kilang, pemerintah turut memberikan dukungan penuh dengan memprioritaskan seluruh minyak mentah dalam negeri untuk diolah di kilang Pertamina.
"Pemerintah memberikan dukungan bahwa seluruh crude dalam negeri, baik milik pemerintah maupun swasta, diprioritaskan untuk diolah di Pertamina. Jadi kita memaksimalkan sumber daya alam yang ada di negara kita," jelas Ega.
Tak hanya itu, Pertamina juga mengerahkan seluruh armada kapal yang dimiliki melalui subholding perkapalan untuk mendistribusikan energi ke seluruh wilayah.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panic buying dalam menyikapi kekhawatiran terkait stok BBM dalam negeri.
“Layanan energi ini Insya Allah kita pastikan aman selama Idulfitri ini, sehingga kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying,” kata dia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































