tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya dua kargo minyak pesanan Pertamina yang sempat dibatalkan pengirimannya ke Indonesia. Peristiwa itu terjadi bahkan setelah kapal pengangkut bahan bakar tersebut sudah memasuki perairan Indonesia.
“Ada beberapa kejadian sekarang. 2 hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura, sudah berangkat, ditender oleh Pertamila lewat trader, sudah berangkat, sudah masuk ke Laut Indonesia, kemudian suruh kembali lagi 2 kargo,” kata Bahlildalam sidang kabinet pada Jumat (14/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa minyak tersebut dibeli melalui proses tender oleh Pertamina dari Singapura melalui trader internasional. Namun, tingginya kekhawatiran atas krisis di pasar minyak global saat ini—akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel—membuat praktik perdagangan energi menjadi semakin tidak normal.
Keterbatasan pasokan membuat para pelaku pasar cenderung mengalihkan penjualan ke pihak yang memberikan keuntungan lebih besar.
“Jadi sekarang perekonomian sekarang untuk urusan minyak ini Pak, hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan, dia beli karena barang susah ini,” ujarnya.
Ia menuturkan pemerintah langsung melakukan komunikasi dengan Pertamina untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah juga telah menyampaikan komplain kepada pihak penjual terkait pembatalan pengiriman dua kargo tersebut.
“Untuk 2 kapal itu, kami melakukan koneksi dengan Pertamina, kami telah melakukan komplain, dan tanggal 18 sudah ada pengembaliannya Pak, 2 kargo itu,” kata Bahlil.
Menurutnya, setelah adanya komunikasi tersebut, pihak penjual akhirnya bersedia mengirimkan kembali dua kargo minyak tersebut ke Indonesia.
“Kalau tidak kita bukat, sesuai dengan apa yang Bapak arahkan. Tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak dikit, agak takut juga Pak. Jadi tanggal 18 sudah bisa dibalikin Pak,” ujarnya.
Bahlil memastikan pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi nasional, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan pemerintah akan menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas cair (LPG), maupun produk minyak lainnya.
“Jadi kami laporkan Bapak, untuk menyangkut dengan BBM, Baik Klut, LPG maupun minyak jadi, untuk menjelang hari rakyat dan ke depan Insyaallah bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” kata Bahlil.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































