Menuju konten utama

ESDM Klaim Stok Pertamax Cukup 29 Hari, Pertamina Dex 45 Hari

ESDM sebut secara ekosistem, stok BBM nasional saat ini bisa bertahan lebih dari 30 hari.

ESDM Klaim Stok Pertamax Cukup 29 Hari, Pertamina Dex 45 Hari
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (24/10/2025). tirto.id/Natania Longdong

tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam kondisi sangat aman menjelang arus mudik Lebaran 2026. Stok ini berkaitan dengan memanasnya perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel yang menghambat pasokan minyak dunia.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, stok Pertamax (RON 92) diproyeksikan mampu bertahan hingga 29 hari, sementara Pertamina Dex tersedia untuk 45 hari ke depan.

Sedangkan cadangan avtur untuk kebutuhan transportasi udara juga berada di level aman dengan ketahanan stok mencapai 37 hari. Kondisi ini jauh di atas rata-rata cadangan umum yang ditetapkan pemerintah.

"Untuk Pertamax atau RON 92 dan juga ada Pertamax Turbo, ada Pertamina Dex, avtur, itu justru cadangan sangat jauh di atas apa yang ditetapkan. Misalnya untuk pertamax RON 92 itu justru cadangan kita 29 hari, sudah mendekati 30 hari. Untuk pertamina dex itu justru 45 hari, untuk avtur kita cadangannya 37 hari," ujar Yuliot dalam konferensi pers di BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Meski secara spesifik stok beberapa jenis BBM nonsubsidi tercatat antara 23 hingga 25 hari, Yuliot menjelaskan bahwa jika dilihat dari sisi ekosistem secara keseluruhan, ketahanan energi nasional berada di atas 30 hari. Hal ini didukung oleh produksi kilang dalam negeri dan pasokan impor yang terintegrasi.

"Secara keseluruhan, walaupun Ibu Ketua menyampaikan bahwa cadangan kita sekitar 23-25 hari, secara ekosistem itu lebih dari 30 hari. Tentu ini merupakan bagian upaya kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ketersediaan BBM di dalam negeri," jelasnya.

Pemerintah mencatat, produksi minyak bumi dalam negeri saat ini mencapai sekitar 610.000 barel per hari. Kekurangan pasokan dipenuhi melalui impor minyak mentah maupun BBM jadi.

Sejumlah kilang seperti Balikpapan, Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju juga dioperasikan secara maksimal untuk menjamin kelancaran distribusi.

Yuliot menambahkan, tingginya cadangan BBM ini sejalan dengan proyeksi pergerakan mudik tahun ini yang diperkirakan mencapai 143 juta pemudik. Sekitar 50 persen atau 76 juta di antaranya diprediksi menggunakan kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua.

"Dari konsolidasi dengan kementerian lembaga diperkirakan total pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi totalnya adalah 76 juta. Ini cukup signifikan. Tentu kita akan melakukan pelayanan sebaik mungkin yang terkait dengan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi ini," tuturnya.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana