Menuju konten utama

Harga Minyak Baru Melonjak Sebentar, Purbaya PD Subsidi BBM Aman

Purbaya menilai APBN masih bisa menyerap kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat melampaui level 100 dolar AS per barel kemarin.

Harga Minyak Baru Melonjak Sebentar, Purbaya PD Subsidi BBM Aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) didampingi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu (kiri) mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih belum dapat memastikan apakah pemerintah akan menambah subsidi energi untuk merespons kenaikan harga minyak dunia.

Menurutnya, anggaran subsidi energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM), masih aman lantaran kenaikan harga minyak dunia baru terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sementara, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi langsung untuk satu tahun, yakni tahun anggaran 2026, dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 adalah 70 dolar AS per barel.

"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun (asumsi ICP) 70 (dolar AS per barel) asumsi kita," kata Purbaya kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, APBN juga masih bisa menyerap kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat melampaui level 100 dolar AS per barel kemarin.

"Ini kan baru beberapa hari saja. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb," lanjut Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya juga meminta waktu satu bulan untuk mencermati gejolak harga minyak, termasuk perlu atau tidaknya merombak APBN Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, waktu satu bulan sangat cukup untuk mengevaluasi gejolak di Timur Tengah yang berhasil mengerek naik harga minyak global.

Belum lagi, dalam menentukan kebijakan terkait perubahan postur APBN harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Bahkan, kehati-hatian yang dibutuhkan melebihi saat pemerintah atau otoritas menetapkan kebijakan terkait gejolak harga saham.

"Saya pikir cukup (satu bulan untuk mencermati harga minyak dunia), sekarang ini berubah-rubah kan. Berapa Anda yang pakai harganya? 120 dolar AS per barel yang kemarin tinggi, apa sekarang 90. Kalau turun lagi gimana? Kan berubah terus," jelas Purbaya.

"Jadi kita nanti tebak arahnya yang sebetulnya seperti apa. Kalau sudah pasti, yaudah kita ini (tetapkan kebijakan yang tepat terkait postur APBN)," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait APBN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana