Menuju konten utama
Bahasa Indonesia

Perbedaan Teks Sejarah dan Novel Sejarah Beserta Persamaannya

Berikut ini perbedaan teks sejarah dan novel sejarah beserta persamaannya.

Perbedaan Teks Sejarah dan Novel Sejarah Beserta Persamaannya
Ilustrasi Sejarah. foto/istockphoto

tirto.id - Novel sejarah dan teks sejarah merupakan karya tulisan yang berkaitan dengan peristiwa di masa lampau. Baik teks sejarah dan novel sejarah memiliki perbedaan dan persamaan.

Mengenal perbedaan teks sejarah dan cerita sejarah diperlukan untuk berbagai kepentingan. Salah satu manfaat mengenal perbedaan novel sejarah dan teks sejarah adalah untuk memutuskan apakah suatu tulisan bisa dirujuk sebagai sumber karya ilmiah yang valid atau tidak.

Selain itu, mengenal perbedaan serta persamaan teks sejarah dan novel sejarah membantu individu untuk menemukan relevansi pembuatan kedua jenis teks.

Perbedaan Teks Sejarah dan Novel Sejarah

Perbedaan teks sejarah dan novel sejarah bisa dilihat dari definisinya. Menurut Sumiati dalam Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia (2020), teks sejarah adalah tulisan yang berisi cerita, kejadian atau peristiwa yang benar-benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lalu.

Sementara itu, novel sejarah adalah jenis novel yang ceritanya ditulis berdasarkan peristiwa sejarah namun diceritakan kembali lewat sudut pandang yang berbeda dan tidak menggambarkan fakta.

Melalui penjabaran tersebut, maka jelas bahwa teks sejarah dan novel sejarah berbeda dari segi akurasinya. Teks sejarah ditulis untuk merekam peristiwa sejarah, sehingga suatu kejadian digambarkan secara objektif dan sesuai fakta.

Sebaliknya, novel sejarah meskipun ditulis berdasarkan peristiwa sejarah asli, namun tidak dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat.

Menurut Mumuh Muhsin Z. dalam Novel dan Sejarah (2010) hal ini karena novel mengandalkan imajinasi sehingga tidak akurat dan objektif.

Ketidak-akuratan sebuah novel sejarah terhadap peristiwa sejarah asli biasanya berasal dari sudut pandang kejadian, tambahan peristiwa imajinatif, dan tambahan tokoh fiksi. Perubahan-perubahan ini dimaksudkan untuk menambahkan alur menghibur bagi pembaca.

Sementara itu, teks sejarah berfokus pada penyampaian informasi yang akurat untuk mengidentifikasi kejadian penting dan pengaruhnya terhadap perkembangan suatu zaman.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka perbedaan teks sejarah dan novel sejarah bisa dijabarkan dalam tabel berikut:

PerbedaanTeks SejarahNovel Sejarah
DefinisiTulisan yang berisi cerita, kejadian atau peristiwa yang benar-benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lalu.Cerita yang ditulis berdasarkan peristiwa sejarah namun diceritakan kembali lewat sudut pandang yang berbeda dan tidak menggambarkan fakta.
TujuanMerekam informasi sejarah akurat serta mengidentifikasi kejadian penting dan pengaruhnya terhadap perkembangan suatu zaman. Menghibur dan memberikan pesan moral atau amanat kepada pembaca
AkurasiDituntut untuk selalu akurat, valid, dan objektifTidak harus akurat dan boleh melibatkan imajinasi serta fiksi sesuai kreativitas penulis
PenulisSejarawan atau penelitiPenulis novel atau sastrawan
Tokoh yang terlibatTokoh nyata yang benar-benar hidup di masa lampau.Bisa berupa tokoh nyata yang dimodifikasi sifatnya oleh penulis, atau tokoh fiksi

Persamaan Teks Sejarah dan Novel Sejarah

Terlepas dari perbedaan teks sejarah dan novel sejarah, keduanya tetap memiliki persamaan. Salah satu persamaan paling jelas antara teks sejarah dan novel sejarah adalah keduanya sama-sama merupakan karya tulis atau karya sastra yang melibatkan sejarah.

Mengingat kedua teks melibatkan peristiwa sejarah, maka proses penulisan teks sejarah dan novel sejarah mengharuskan penulisnya melakukan riset mendalam.

Selain itu, teks sejarah dan novel sejarah juga saling berkaitan dari segi struktur. Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) novel sejarah umumnya dibuat menggunakan struktur teks naratif.

Teks naratif merupakan proses penulisan suatu karya tulis yang bersifat kronologis. Struktur teks naratif meliputi pengenalan situasi, pengungkapan peristiwa, menuju konflik, puncak konflik, penyelesaian, dan koda.

Hal ini sejalan dengan teks sejarah yang harus ditulis secara kronologis. Penulisan teks sejarah secara kronologis membutuhkan proses rekonstruksi.

Artinya, penulis teks sejarah tidak bisa sembarangan menyimpulkan kronologi menurut versinya sendiri. Mereka menjelaskan peristiwa sejarah berdasarkan fakta yang terjadi.

Contoh Teks Sejarah dan Novel Sejarah

Teks sejarah dan novel sejarah bisa diidentifikasi lewat produk karya tulis yang sudah ada saat ini. Contoh teks sejarah yang paling umum berbentuk historiografi atau cerita sejarah, baik modern, kolonial, maupun tradisional.

Sementara itu, contoh novel sejarah bisa dilihat dari karya-karya penulis dan sastrawan terkenal. Berikut contoh teks sejarah dan novel sejarah:

1. Contoh teks sejarah

    • Pelayaran dan Perniagaan Nusantara abad ke-16 dan 17 (1929)karya Adrian B. Lapian.
    • Sejarah Perlawanan-Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme (1973) karya Sartono Kartodirdjo dan Raden Mas Sartono.
    • Menengok Sejarah Konstitusi Indonesia (2002) karya Anhar Gonggong.
    • Indonesia dalam Arus Sejarah (2012) karya Daud Aris Tanudirjo, dkk.

2. Contoh novel sejarah

    • Les Misérables (1862) karya Victor Hugo.
    • Anak Semua Bangsa (1981) karya Pramoedya Ananta Toer.
    • Gadis Kretek (2012) karya Ratih Kumala.
    • Laut Bercerita (2017) karya Leila S. Chudori.
    • Sang Keris (2020) karya Panji Sukma.

Baca juga artikel terkait BAHASA INDONESIA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dhita Koesno