tirto.id - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melaporkan adanya penurunan terhadap kinerja penjualan perseroan pada kuartal I-2025. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan neto atau net sale ERAA menurun sebesar 4,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2025 menjadi Rp15,88 triliun, apabila dibandingkan dengan kuartal I 2024 sebesar Rp16,64 triliun.
Kondisi ini membuat laba bersih perusahaan hana sebesar RP203,25 miliar atau ikut menurun 20,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2024.
Direktur ERAA, Patrick Adhiatmadja, mengungkapkan lesunya kinerja ini disebabkan oleh terlambatnya series Iphone 16 masuk ke Indonesia pada kuartal I 2025. Kondisi ini membuat sedikit banyak menganggu kinerja perusahaan.
“Hal tersebut sebenarnya sedikit banyak dipengaruhi dengan tidak adanya atau belum adanya Iphone 16,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (10/6/2025).
Berdasarkan laporan perusahaan, penjualan bersih (net sales) mengalami penurunan hampir 5 persen secara tahunan (year-on-year). Penurunan yang lebih tajam terjadi pada laba operasi (operating profit) yang turun sebesar 18 persen.
Sementara itu, laba kotor (gross profit) relatif stabil, hanya menurun sekitar 2,3 persen. Namun, laba bersih (net profit) tercatat turun paling dalam, yakni sebesar 22 persen.
Patrick pun tak menampik saat ini memang terjadi pelemahan terhadap kinerja sektor ritel pada tahun 2025 ini. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh rendahnya daya beli masyarakat serta terjadinya ketidakpastian ekonomi global.
Diketahui, series Iphone 16 sebelumnya memang sempat dilarang pemerintah untuk dijual di Indonesia karena alasan produk itu belum mengantongi sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Adapun TKDN itu merupakan syarat dari pemerintah Indonesia apabila Apple ingin menjual produk Iphone 16 itu di Tanah Air.
“Sebenarnya kalau dilihat sih kami cukup berbesar hati ya terhadap angka-angka ini, karena again, tadi (karena) belum ada Iphone 16 dan sebenarnya angka-angkanya is actually not too bad,” ujar dia.
Sebagai informasi, penjualan terbesar ERAA pada kuartal I 2025 berasal dari usaha telepon seluler, yakni sebesar Rp29,17 triliun, dan Rp513,99 dari produk operator. Kemudian, penjualan segmen usaha peralatan elektronik dan komputer meraup Rp1,13 triliun pada kuartal 1 tahun 2025, dan penjualan aksesoris mencapai Rp3,72 triliun.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id




































