Menuju konten utama

Pengertian Patembayan dan Paguyuban, Ciri-Ciri, serta Contohnya

Pagayuban dan patembayan adalah bentuk kelompok sosial yang muncul dengan interaksi unik di  antara anggotanya. Simak perbedaan keduanya berikut ini.

Pengertian Patembayan dan Paguyuban, Ciri-Ciri, serta Contohnya
Ilustrasi kelompok sosial. Ciri masyarakat patembayan dan paguyuban memiliki kekhasan tersendiri. foto/IStockphoto

tirto.id - Studi mengenai kelompok sosial sangat kompleks. Sosiolog Jerman, Ferdinand Tonnies, membedakan kelompok sosial berdasarkan ikatan anggota dalam bentuk paguyuban dan patembayan. Apa itu paguyuban dan patembayan beserta contohnya?

Sebutan dalam bahasa Jerman untuk kedua istilah tersebut adalah gemeinschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Konsep ini dirumuskan Tonnies melalui buku Community & Society (Gemeinschaft und Gesellschaft) yang terbit pertama kali pada 1887.

Ada sisi menarik dari kedua kelompok sosial ini. Satu kelompok berpotensi akan langgeng karena adanya rasa kekeluargaan. Pada kelompok lain cenderung berisiko bubar karena faktor kepentingan pribadi lebih kuat.

Pengertian Patembayan, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Kelompok sosial patembayan disebut juga gesellschaft. Istilah bahasa Jerman ini menurut Ferdinand Tonnies memiliki makna asosiasi.

Pengertian patembayan adalah kelompok sosial yang ikatan antaranggotanya tak terlalu kuat karena hubungan dan interaksi mereka terjalin dalam waktu singkat.

Dalam patembayan, struktur kelompok bersifat mekanis dan berpengaruh dalam hal pikiran saja. Hal ini membuat hubungan antar-anggota kelompok patembayan cenderung bersifat formal dan lebih memperhitungkan nilai guna dari interaksi hingga komunikasi yang terjadi.

Mengutip pemaparan Nanang Martono dalam Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Postmodern, dan Poskolonial (2014), gesellschaft (patembayan) merupakan tipe kelompok sosial dengan ciri hubungan antar-anggota yang didasari oleh ikatan lemah. Antar-individu di dalamnya kerap tidak saling mengenal. Alhasil nilai, norma, dan sikap tak berpengaruh besar dalam interaksi mereka. Karena itu, kelompok patembayan memiliki hubungan antar-anggota yang bersifat sementara.

Menurut Soerjono Soekanto dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar (1994), dorongan yang membuat manusia bergabung dalam kelompok patembayan berupa kemauan. Tonnies menyebutnya sebagai kurwille. Makna kurwille adalah kemauan yang didorong oleh pikiran rasional dan terkait dengan tujuan-tujuan tertentu.

Dengan demikian, orang bergabung dalam suatu kelompok patembayan memiliki kepentingan-kepentingan rasional sehingga tidak bersifat langgeng. Akibatnya, dalam kelompok patembayan, kepentingan individu lebih menonjol daripada kepentingan bersama. Patembayan juga diidentikkan dengan ikatan kelompok sosial di masyarakat modern.

Jika diperinci, ciri masyarakat patembayan (gesellschaft) sebagai berikut:

  • Hubungan antar-anggota cenderung terkait pertukaran ekonomi
  • Hubungan antar-anggota bersifat sementara dan tidak intim
  • Hubungan antar-anggota bersifat formal
  • Ikatan antar-anggota tidak bersifat pribadi
  • Kelompok bisa melibatkan banyak orang secara umum
  • Motivasi anggota bergabung didorong kepentingan rasional.
Sementara itu, contoh patembayan adalah munculnya:

  • Asosiasi pengusaha
  • Organisasi perusahaan
  • Serikat pekerja
  • Persekutuan dagang
  • Organisasi sekolah
  • Partai politik

Pengertian Paguyuban, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Kelompok sosial Paguyuban disebut pula dengan gemeinschaft. Istilah tersebut dalam konsepsi Ferdinand Tonnies, merujuk pada makna komunitas.

Menurut Tonnies, gemeinschaft merupakan kelompok sosial yang anggotanya mempunyai ikatan batin murni, alamiah, sangat kuat, dan bisa bertahan lama. Meski hubungan antaranggota paguyuban bersifat informal, mereka menjalani kehidupan bersama dengan intim, pribadi dan eksklusif.

Dalam pandangan Tonnies, gemeinschaft berkaitan dengan wessenwille, yakni bentuk kehendak manusia yang bersifat kodrati dan timbul secara alamiah. Wessenwille berhubungan dengan perasaan dan pikiran manusia yang terbentuk oleh kesatuan hidup alamiah dan organis.

Bisa diambil kesimpulan bahwa kelompok paguyuban merupakan bentuk ikatan antar-individu yang didasari oleh ikatan batin bersifat murni dan alamiah, serta cenderung langgeng. Ciri ciri kelompok sosial paguyuban salah satunya hubungan antar-anggota didasari oleh cinta dan perasaan batin yang telah dikodratkan.

Mengutip buku Sosiologi: Konsep dan Teori karya Dewi Wulansari (2009:62), sejumlah ciri-ciri paguyuban (gemeinschaft) menurut Tonnies sebagai berikut:

  • Hubungan antar-anggota bersifat mesra dan intim
  • Hubungan antar-anggota bersifat pribadi dan terbatas pada beberapa orang saja
  • Hubungan antar-anggota bersifat eksklusif
Tonnies membagi kategori paguyuban menjadi tiga macam. Hubungan antaranggota dalam gemeinschaft bisa dilatari oleh ikatan darah, kesamaan pemikiran, serta kedekatan geografis.

Disampaikan Bagong Suyanto dan J. Dwi Narwoko dalam Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan (2004:34), penjelasan dan contoh paguyuban untuk masing-masing jenisnya sebagai berikut:

1. Gemeinschaft by blood

Paguyuban ini terbentuk berdasarkan ikatan kekerabatan, atau darah dan keturunan biologis. Contoh paguyuban berdasar ikatan darah adalah keluarga dan klan.

2. Gemeinschaft of place

Paguyuban ini terbentuk karena kedekatan letak tempat tinggal serta lokasi bekerja. Faktor kedekatan geografis memungkinkan sejumlah orang memiliki ikatan erat, saling bekerja sama sekaligus tolong-menolong. Contoh paguyuban berdasar kedekatan tempat ialah Rukun Tetangga, Rukun Warga, Kelompok Tani Desa, dan sebagainya.

3. Gemeinschaft of mind

Paguyuban ini terbentuk karena kesamaan keahlian, pandangan, dan pemikiran. Paguyuban bisa mengacu pada komunitas yang didasari kesamaan minat, hobi, hingga pemikiran, ideologi, dan keyakinan. Contohnya adalah komunitas sepeda onthel, komunitas pengajian agama, lingkaran pertemanan, dan sebagainya.

Perbedaan Patembayan dan Paguyuban

Kelompok sosial patembayan dan paguyuban memiliki perbedaan yang jelas dalam beberapa sisi. Berikut berbagai perbedaan yang melingkupi keduanya:

NoPatembayanPaguyuban
1Hubungan sosial yang terjadi di dalamnya memiliki sifat formal, rasional, dan atas kepentingan tertentu.Hubungan sosial antar-anggota sangat erat, penuh emosional, dan kekeluargaan.
2Sifat hubungan antar-anggota berorientasi pada tujuan bersama. Setiap anggota tidak terlalu mengembangkan hubungan yang personal.Sifat hubungan lebih personal, erat, dan memiliki rasa kebersamaan.
3Bentuk patembayan seperti organisasi di bidang bisnis, perkumpulan para profesional tertentu,hingga komunitas.Paguyuban ditemui dalam bentuk seperti keluarga, kelompok arisan, hingga komunitas adat.
4Dasar hubungan karena adanya kepentingan dan kepentingan bersama dalam jangka pendek.Dasar hubungan antar-anggota terikat secara emosional dan memiliki solidaritas kuat.
5Interaksi menganut sifat transaksional dan fungsional.Interaksi menerapkan cara kekeluargaan dan gotong royong.

Baca juga artikel terkait KELOMPOK SOSIAL atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar