Menuju konten utama

Pendataan Warga Miskin Door to Door Dianggap Tak Lagi Relevan

Hal ini disampaikan Vivi Alatas merespons polemik penonaktifan PBI JKN yang berlangsung beberapa hari lalu.

Pendataan Warga Miskin Door to Door Dianggap Tak Lagi Relevan
(Ilustrasi kemiskinan) Warga memandang permukiman padat penduduk tepi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (16/7/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Senior Advisor Prospera, Vivi Alatas, menyebutkan penggunaan skema wawancara rumah ke rumah (door to door) untuk mendata masyarakat miskin dinilai tidak lagi relevan. Hal ini ia nyatakan merespons polemik penonaktifan PBI JKN yang berlangsung beberapa hari lalu.

Menurut Vivi, skema yang digunakan negara lain berupa pendataan melalui sistem digital berbasis data. Dengan sistem itu, data dari berbagai instansi disebut saling terhubung.

"Kalau kita belajar dari negara lain, itu tidak bisa lagi menggunakan cara turun ke lapangan door to door untuk mendata siapa yang miskin dan siapa yang tidak," kata Vivi di kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

"Di negara-negara lain, itu banyak dilakukan melalui on-demand atau application system di mana menggunakan interoperabilitas data, dengan baik, dengan data spasial, maupun data utilisasi," sambung dia.

Vivi mengatakan pemerintah telah melakukan hal positif dengan mengumpulkan data masyarakat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Akan tetapi, penilaian terhadap tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat disebut masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

Pasalnya, sebagian data yang tercantum dalam DTSEN masih merupakan data lama atau hasil penghimpunan dari beberapa tahun lalu.

"PR tentang scoring-nya yang lebih tepat, itu masih merupakan PR. Karena memang data-datanya kebanyakan dikumpulkan dari beberapa tahun," urainya.

Vivi mengatakan pemerintah harus terus berbenah diri untuk memastikan skema penghimpunan data masyarakat. Di satu sisi, pemerintah disebut juga harus memastikan tak ada data yang bocor.

"Itu merupakan suatu sistem yang mudah-mudahan sedikit demi sedikit dengan, dengan apa yang sedang dilakukan sekarang ini, akan bisa terdorong," tutur dia.

Baca juga artikel terkait WARGA MISKIN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama