tirto.id - Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengakui ketidakpastian yang ditimbulkan kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) membuat realisasi pembayaran devisa hasil ekspor (DHE) oleh para pengusaha terhambat.
Menurutnya, penundaan ini terjadi karena para pembeli dari produk-produk ekspor Indonesia menunda pembayaran atau transaksi hingga ada kepastian terkait tarif resiprokal dari Gedung Putih.
“Saya tidak pernah membayangkan, itu isu geopolitik dan ketidakpastian global, terutama kebijakan (tarif) Trump, saya baru ngeh tadi, ini sekadar cerita saja. Urusan DHE misalkan, Devisa Hasil Ekspor, ternyata pembayaran pihak pembeli di luar negeri kepada eksportir kita mengalami penundaan,” ungkapnya dalam acara Midyear Challenge 2025, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).
Susiwijono pun mengonfirmasi kabar ini kepada Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kedua lembaga tersebut lantas membenarkan bahwa uang hasil ekspor atas berbagai komoditas juga mulai terlambat masuk ke Tanah Air.
“Semuanya confirmed betul, uang hasil ekspor kita masuknya pun juga mulai (terlambat). Itu kan siklus ekspor itu kan panjang, mulai realisasinya, sekarang pembayarannya, kalau laporan DHE itu paling lambat akhir bulan ketiga baru boleh. Kita lihat yang masuk, incoming Devisa Hasil Ekspor,” sambungnya.
Keterlambatan setoran Devisa Hasil Ekspor ini tengah menjadi hal yang sangat diperhatikan pemerintah. Sebab, kondisi ini mencerminkan pengaruh kebijakan tarif yang dicetuskan Presiden AS Donald Trump berdampak pada kinerja ekspor dan impor nasional, rantai pasok, hingga biaya logistik.
Pada akhirnya, dampak yang ditimbulkan oleh kinerja sektor perdagangan nasional ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Sektor trade terpengaruh semuanya, ternyata ke perilaku para aktor global juga berubah semuanya. Saya baru ngeh tadi pagi, pagi itu lihat, duh jadi begini. Tapi ini catatan saja. Artinya, tantangan global kita tidak mudah. Geopolitik kita bisa cerita panjang, kondisinya, bagaimana pengaruh ke supply chain, logistik cost, perubahan untuk barang-barang ekspor-impor kita,” tutup Susiwijono.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































