tirto.id - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menarik utang mencapai Rp501,5 triliun hingga akhir September 2025. Angka tersebut setara dengan 68,6 persen terhadap outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang senilai Rp731,5 triliun.
Penarikan utang baru untuk pembiayaan defisit anggaran tersebut lebih tinggi dari realisasi penarikan utang per 31 Agustus 2025 yang masih sebesar Rp463,7 triliun.
“Pembiayaan utang saat ini telah direalisasikan Rp501,5 triliun Dari rencana sebesar Rp731,5 triliun. Jadi pembiayaan utang kita sekitar 68,6 persen dari targetnya,” papar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KITA September 2025, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).
Kendati mengalami kenaikan, namun Suahasil memastikan bahwa penarikan utang dilakukan pemerintah dengan sangat hati-hati. Tak hanya itu, Kementerian Keuangan juga memastikan penarikan utang yang dilakukan harus sejalan dengan rencana pembiayaan defisit APBN.
“Kita terus melakukan pembiayaan yang sifatnya memitigasi risiko. Kita melakukan secara sangat-sangat terukur, dan kita melakukan berbagai macam hubungan dengan investor untuk memastikan pembiayaan utang kita on track,” lanjut Suahasil.
Selain dengan penarikan utang, pembiayaan defisit APBN September 2025 yang sebesar 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dilakukan dengan menggunakan pembiayaan non utang.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pembiayaan defisit anggaran hingga akhir bulan lalu tercatat sebesar Rp43,5 triliun atau mencapai 62,6 persen terhadap asumsi pembiayaan non utang sepanjang 2025 69,5 triliun.
“Outlook deficit kita sesuai laporan semester yang lalu adalah 2,78 persen dari produk domestik bruto. Realisasi sampai dengan 30 September adalah 1,56 persen dari PDB atau defisitnya sebesar Rp371,5 triliun. Ini memang adalah desain dari APBN yang didesain untuk belanja dan belanja yang lebih besar daripada pendapatan. Artinya didesain untuk defisit, untuk itu kita melakukan pembiayaan,” jelas Suahasil.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































