tirto.id - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa Pemerintah akan segera menyiapkan langkah strategis untuk merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengenakan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia.
Susiwijono menyebutkan bahwa pengenaan tarif resiprokal tinggi tersebut akan berdampak signifikan terhadap daya saing ekspor Indonesia ke AS.
"Pemerintah Indonesia akan segera menghitung dampak pengenaan tarif AS terhadap sektor-sektor tersebut dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah Indonesia juga akan mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak negatif terhadap perekonomian nasional Indonesia," ucap Susiwijono dalam keterangan resmi, Kamis (3/5/2025).
Susiwijono menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara (SBN) di tengah gejolak pasar keuangan global pascapengumuman kebijakan tarif resiprokal AS. Bersama Bank Indonesia (BI), Pemerintah Indonesia juga akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Pemerintah juga bakal memastikan likuiditas valas tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha serta memelihara stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Susiwijono juga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan berbagai strategi dan langkah untuk menghadapi penerapan tarif resiprokal AS dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS.
Salah satu langkah tersebut adalah menyiapkan delegasi tingkat tinggi untuk melakukan negosiasi langsung dengan Washington DC.
"Sebagai bagian dari negosiasi, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate [NTE] 2025 yang diterbitkan US Trade Representative," lanjut dia.
Seiring dengan langkah negosiasi tersebut, Susiwojono menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia bakal terus memperbaiki iklim investasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja yang luas.
"Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku pemegang Keketuaan ASEAN untuk mengambil langkah bersama mengingat 10 negara ASEAN seluruhnya terdampak pengenaan tarif AS," tutur dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi