tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait alias Ara, mengkritik kinerja Ketua Bidang X BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Jay Aryaputra Singgih. Ara menyingung terkait kehadiran peserta yang tidak sesuai dengan data dalam acara sosialisasi kredit perumahan bersama HIPMI.
Awalnya, Menteri yang akrab disapa Ara itu bertanya-tanya kepada Jay terkait dengan keberlangsungan acara. Jay disebut-sebut sebagai Ketua Panitia sosialisasi KUR Perumahan HIPMI.
Ara kemudian menanyakan terkait jumlah peserta yang berasal dari pihak kontraktor yang datang dalam acara sosialisasi itu. “Ini yang datang kontraktor berapa? Berapa? Coba kasih mic dulu nih aku interogasi dulu nih,” ujar Ara.
“Siap, Pak Menteri, kontraktor hadir 100 [orang],” kata Jay.
Namun, saat Ara kemudian meminta para kontraktor berdiri untuk dihitung secara langsung. Dari hasil cek lapangan itu, jumlah kontraktor yang benar-benar hadir hanya sekitar 40 orang.
“Yang mendaftar 100, Pak Menteri,” jawab Jay.
“Nah, itulah ukuran kau yang mendaftar. Ukuran saya kalau kerja yang hadir, bukan yang mendaftar, beda itu, antara yang mendaftar dan hadir,” kata Ara.
Hal serupa juga terjadi saat Ara meminta data developer dan pelaku usaha dari sektor demand seperti makanan dan fashion. Dari klaim ratusan yang mendaftar, faktanya yang hadir hanya puluhan.
“Gimana kau mau paten menyala nih, ya kan? Baru dicek audit kecil-kecilan gini aja, audit tempat nih,” katanya.
Meskipun teguran tersebut disampaikan tak dengan nada membentak, akan tetapi Ara menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam program kredit perumahan yang bunganya disubsidi pemerintah. Menurutnya, HIPMI sebagai mitra pemerintah harus memastikan peserta yang hadir sesuai dengan kriteria, agar program benar-benar bermanfaat bagi UMKM.
“Ya kalau nggak, nanti yang dateng antara kebutuhan, kriteria dengan yang dateng tidak link and match, kasihan. Kalian kan pengusaha mau yang jelas atau yang nggak jelas, yang konkret atau nggak konkret,” lontar Ara.
“Nah makanya, persiapannya harus matang. Ini koreksi awal nih buat HIPMI. Betul HIPMI yang pertama, tapi kalau persiapannya begini, penyerapannya bisa gagal,” sambungnya.
Atas hal itu, Jay sempat menjelaskan bahwa banyak peserta hadir secara daring dari BPD HIPMI di seluruh Indonesia. Namun, ia menerima koreksi dan menyatakan siap dievaluasi sebulan ke depan.
“Izin Pak Menteri sedikit. Jadi mau izin pertama-tama dari BPD se-Indonesia banyak yang hadir live online. Kemudian kami siap dievaluasi dua bulan dari sekarang,” katanya.
Akan tetapi, menurut Ara waktu tersebut terlalu lama. Dia meminta agar perbaikan itu dilakukan setidaknya sebulan ke depan. Dia kemudian meminta HIPMI agar lebih cermat dalam pendataan dan persiapan ke depan.
“Kau harus sampai ke lapangan sebagai pengusaha itu, jangan kau denger laporan dari anak buahmu aja. Hanya laporan-laporan kau tidak verifikasi lapangan bahaya itu,” katanya.
“Ga bisa kau aja bekerja berdasarkan laporan-laporan pendaftaran, justru mesti dicek antara laporan dan realitas lapangan. Ini baru bicara kuantitas loh, belum bicara kualitas, belum bicara tindak lanjut,” sambung Ara.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































