Menuju konten utama

MPR Minta Maaf Atas Kelalaian Juri dalam Cerdas Cermat di Kalbar

MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalbar setelah polemik muncul.

MPR Minta Maaf Atas Kelalaian Juri dalam Cerdas Cermat di Kalbar
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman di Jakarta, Senin (14/10). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Ia menyebut, MPR akan melakukan evaluasi total terhadap kinerja dewan juri dan sistem perlombaan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar melalui keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Akbar menyayangkan polemik yang terjadi dalam perlombaan tersebut. Menurut dia, dewan juri seharusnya dapat bersikap objektif dan responsif terhadap keberatan peserta di lapangan.

Diketahui, final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) dan diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalimantan Barat. Tiga sekolah yang lolos ke babak final ialah SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Polemik muncul saat sesi rebutan jawaban dengan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab. Seorang siswi dari regu tersebut mengatakan, “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Namun, juri memberikan pengurangan nilai sebesar lima poin terhadap jawaban tersebut dan melempar pertanyaan kepada regu lain. Regu B dari SMAN 1 Sambas kemudian memberikan jawaban yang sama.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.

Juri lalu menyatakan jawaban Regu B benar. “Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh,” ujar juri. Keputusan itu memicu protes dari Regu C. Mereka menilai jawaban yang diberikan sama dengan jawaban Regu B. Namun, juri menyebut Regu C tidak menyampaikan frasa “pertimbangan DPD”. Regu C membantah pernyataan tersebut dan meminta audiens memberikan kesaksian.

Meski demikian, hasil akhir perlombaan tidak berubah. Regu B dari SMAN 1 Sambas tetap menjadi pemenang karena unggul dalam akumulasi nilai keseluruhan dibandingkan Regu C. Dengan demikian, Kalimantan Barat tetap akan diwakili SMAN 1 Sambas pada tahap selanjutnya.

Akbar mengatakan pihaknya akan mengevaluasi penuh pelaksanaan ajang tersebut. Ia menilai terdapat unsur kelalaian dari panitia dan dewan juri, termasuk terkait teknis tata suara dan mekanisme banding dalam perlombaan.

Menurut dia, pembenahan diperlukan agar kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang. Akbar juga mengaku mendengar adanya kejadian serupa pada pelaksanaan lomba tahun lalu di provinsi lain.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” kata Akbar.

Senada, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memastikan MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalbar itu.

Melalui keterangan tertulis, Siti menyatakan menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan lomba tersebut.

“MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif,” ucap Siti dalam keterangannya.

Lebih jauh, Siti menyebut pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait polemik penilaian jawaban peserta dalam salah satu sesi lomba yang memicu perdebatan publik.

Dalam keterangannya, Siti juga menjelaskan bahwa LCC Empat Pilar diselenggarakan sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai kebangsaan dan penguatan pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan tersebut selama ini digelar di berbagai daerah sebagai ruang edukasi sekaligus pengembangan karakter generasi muda. Siti menegaskan evaluasi akan dilakukan terhadap sejumlah aspek teknis pelaksanaan lomba. Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” demikian pernyataan tersebut.

Selain itu, MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah, dan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar.

Menurutnya, masukan dari publik akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas. Dia juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif dan menghormati seluruh peserta didik.

Baca juga artikel terkait MPR RI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher