Menuju konten utama

Menko Zulhas: Minyakita Tak Lagi untuk Bantuan Pangan

Pemerintah juga memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk menekan harga.

Menko Zulhas: Minyakita Tak Lagi untuk Bantuan Pangan
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang (kiri) menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi terbatas terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Pemerintah memutuskan penyaluran program MBG untuk anak sekolah hanya lima hari dalam seminggu dan tidak lagi mencakup hari libur kecuali di wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi yang tetap bisa menerima MBG hingga enam hari dengan menyesuaikan kebutuhan lokal dan diperkirakan dapat menghemat anggaran sebesar Rp20 triliun dari total Rp268 triliun pada APBN 2026. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan memastikan minyak goreng merek Minyakita tidak lagi digunakan sebagai bagian dari program bantuan pangan pemerintah. Kebijakan tersebut diambil setelah pasokan Minyakita di sejumlah daerah sempat berkurang karena sebagian dialihkan untuk bantuan sosial.

"Memang kemarin ada kebijakan Minyakita dipakai untuk bantuan pangan sehingga Minyakita tidak ada di pasar. Pengalaman itu sudah kami perbaiki. Tidak boleh ada lagi Minyakita nanti yang untuk bantuan, tetapi harus masuk ke pasar-pasar tradisional," kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas perkembangan harga komoditas pangan, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, Minyakita sejatinya disiapkan sebagai pengganti minyak goreng curah sehingga harus tersedia bagi masyarakat melalui pasar tradisional. Karena itu, pemerintah akan menghentikan penggunaan Minyakita dalam penyaluran bantuan pangan.

Senada, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bantuan pangan tetap dapat disalurkan menggunakan merek minyak goreng lain tanpa harus menggunakan Minyakita.

"Nanti, bantuan pangan bisa langsung dikomunikasikan. Kami fasilitasi dengan produsen. Jadi, ada minyak lain selain Minyakita. Tidak harus Minyakita untuk bantuan pangan," ujar Budi di lokasi yang sama.

Di luar hal itu, Zulhas berujar pemerintah memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram. Langkah itu diambil untuk menahan kenaikan harga bahan baku tahu dan tempe di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Pasalnya, mayoritas kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor.

Menurut dia, subsidi tersebut pada tahap awal akan diberikan untuk 250 ribu ton kedelai. Pemerintah menilai kebijakan ini diperlukan agar harga pangan tetap terjangkau dan tidak membebani masyarakat.

“Oleh karena itu tadi, kami putuskan (kedelai) disubsidi Rp2.000 per kilo. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," kata Zulhas.

"Melihat perkembangan terakhir ini, arahan Bapak Presiden agar sungguh-sungguh secara serius memperhatikan kebutuhan sembako untuk rakyat kita. Tidak boleh memberatkan masyarakat kita dalam situasi seperti apa pun," ujarnya.

Zulhas menambahkan usulan subsidi kedelai tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kemenko Perekonomian bersama Kementerian Keuangan.

"Kami putuskan di sini, nanti akan diusulkan. Nanti, yang teknis selanjutnya tentu Menteri (Koordinator) Perekonomian bersama Kementerian Keuangan. Kami akan buat surat ke sana," tutur dia.

Baca juga artikel terkait MINYAKITA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi