Menuju konten utama

Pemerintah Sepakat Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Pemerintah lakukan pemantauan hingga harga CPO cukup stabil untuk menetapkan besaran HET baru Minyakita

Pemerintah Sepakat Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampikan paparannya saat melakukan kunjungan ke Kantor Berita ANTARA, ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Kunjungan tersebut membahas kebijakan Kementerian Perdagangan dalam menyikapi perkembangan perdagangan internasional di tengah ketegangan geopolitik. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

tirto.id - Pemerintah sepakat untuk menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita. Keputusan ini disepakati usai rakor antara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama kementerian teknis lainnya.

Meski begitu, belum ada kesepakatan terkait berapa besar kenaikan HET. Pun dengan kapan kenaikan HET Minyamita akan ditetapkan.

"Jadi hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga acara tertinggi untuk minyak kita. Memang harganya belum disepakati dan kapan akan ditentukan untuk penetapannya," ujar Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dalam konferensi pers, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Budi menjelaskan, belum ditetapkannya harga baru MinyaKita ini karena pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Ini dilakukan seiring masih fluktuatifnya harga CPO.

"Memang harga CPO naik, harga CPO naik kemarin rata-rata Rp15.445, tapi kemarin sempat turun lagi menjadi Rp14.000 sekian.

Dan kemarin harga TBS (tandan buah segar) juga sempat turun, tapi sekarang sudah mulai naik lagi," tambahnya.

Karena itu, pemantauan akan terus dilakukan hingga harga CPO cukup stabil. Setelah itu, barulah pemerintah dapat menyesuaikan harga MinyaKita.

"Jadi kita akan melihat harganya stabil, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga acara tertinggi untuk minyak kita. Jadi tadi sudah disepakati seperti itu, mungkin dalam waktu satu minggu, (sampai) dua minggu segera kita lakukan penyesuaian apabila harga relatif normal, harga CPO," jelas Budi.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana