tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan dalam Rancangan APBN 2026 akan mengalami kenaikan 2,84 persen sampai 2,95 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Jika pada 2025 anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp724,3 triliun, maka tahun depan akan terjadi peningkatan menjadi sekitar Rp744,87 triliun hingga Rp745,67 triliun.
"Ini agar bisa melihat kemajuan dan bagaimana memperbaiki. Itu concern bapak presiden," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja mengenai pembahasan Asumsi Makro Ekonomi dalam RAPBN 2026 dengan Komisi XI DPR, Kamis (3/7/2025).
Bendahara Negara itu memaparkan, pendidikan menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, dia memastikan bahwa anggaran pendidikan akan tetap sama seperti tahun lalu, yaitu sebesar 20 persen dari belanja APBN.
Menurutnya, dukungan kebijakan fiskal dan moneter terus dilakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah sembari terus melakukan efisiensi yang anggarannya turut dialihkan untuk program-program ini.
Salah satunya adalah untuk merevitalisasi sekolah-sekolah yang rusak dan membangun sekolah rakyat bagi anak tidak mampu.
"Presiden juga membangun sekolah-sekolah unggulan Garuda di berbagai tempat ini untuk mendeteksi, mengidentifikasi anak-anak yang unggul di Indonesia sehingga mereka bisa mendapatkan sekolah yang baik," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































