Menuju konten utama

Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Hati-hati Dengarkan Ekonom

Purbaya mengaku telah mengatasi berbagai masalah ekonomi, sekaligus telah mempelajari teori ekonomi.

Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Hati-hati Dengarkan Ekonom
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Dalam rapat tersebut Satuan Tugas (Satgas) DPR RI dan pemerintah memutuskan untuk memperlancar dana tanggap darurat dalam penanganan bencana guna menghindari birokrasi yang berbelit-belit. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat hati-hati mendengarkan penilaian ekonom. Hal ini ia nyatakan merespons pernyataan Ferry Latuhihin yang menilai dolar Amerika Serikat (AS) bakal menembus 20 dolar AS dan ekonomi RI memburuk.

Kata Purbaya, ia telah mengikuti perkembangan ekonomi tanah air dari masa ke masa. Hal ini terbukti dari Purbaya yang selalu mengikuti rezim.

"Saya melihat ekonomi terus dari waktu ke waktu. 2015 di KSP [Kantor Staf Presiden], 2020 bantu lagi Presiden, dan selalu melihat ekonomi ketika ada masalah yang menekan ekonomi kita," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Purbaya lantas mengklaim telah berpengalaman mengurus ekonomi bersama orang-orang di kementerian. Ia juga mengaku telah mengatasi berbagai masalah ekonomi, sekaligus telah mempelajari teori ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Purbaya lantas membandingkan dirinya dengan Ferry. Kata dia, Ferry tidak pernah mengikuti jenjang pendidikan bidang ekonomi secara formal. Ferry disebut tidak pernah mengambil gelar doktoral/yang setara di salah satu universitas di Belanda.

"Jadi, kita di sini sudah cukup berpengalaman dengan orang-orang keuangan di sini tentunya ya, mengatasi masalah ekonomi, dan pasti saya sudah pelajari teorinya segala macam," tuturnya.

"Kalau Pak Ferry itu, enggak pernah mendapat pendidikan formal yang tinggi di bidang ekonomi. Dia ngaku dari mana? Erasmus [University]. Setahu saya, dia enggak pernah ngambil S3 di sana, dokter di sana," lanjut dia.

Purbaya berujar, Ferry lantas secara tiba-tiba mendapatkan gelar profesor. Gelar itu disebut diperoleh untuk menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat.

Ia lantas meminta masyarakat untuk berhati-hati mendengarkan penilaian ekonom.

"Sekarang [Ferry] punya dapat profesor, dari mana saya enggak tahu, untuk menakut-nakuti publik. Kalau dia tidak menakut-nakuti publik, saya nggak peduli. Jadi, Anda mesti hati-hati memilih ekonomi-ekonomi yang bisa memberi masukan yang pas atau tidak ke pemerintah," urai Purbaya.

Sebagai informasi, Ferry disebut merupakan lulusan S1 hingga S3 di Universitas Erasmus, Belanda. Kini, Ferry dianggap sebagai pakar ekonomi.

Ia sempat memprediksi dolar AS akan tembus ke level Rp22.000 pada pertengahan 2026. Tak cuma itu, Ferry menilai prospek perekonomian Indonesia ke depan bakal terlihat suram.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama