Menuju konten utama

Mengapa Energi Geothermal Dikembangkan di Indonesia?

Mengapa energi geothermal dikembangkan di Indonesia? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Mengapa Energi Geothermal Dikembangkan di Indonesia?
Pekerja memantau tekanan uap atau air dari lubang sumur saat uji produksi sumur (Discharge Well) di PLTP Wayang Windu Star Energy Geothermal di Desa Margamukti, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

tirto.id - Energi panas bumi disebut juga energi geothermal. Istilah terakhir merupakan gabungan dari kata geo (bumi) dan thermal (panas). Pemakaian istilah geothermal didasarkan pada sumber energi tersebut.

Apa yang dimaksud energi geothermal? Energi geothermal adalah sumber panas berasal dari dalam bumi. Geothermal berasal dari peluruhan unsur radioaktif di dalam inti bumi yang melahirkan panas. Jadi, geothermal dihasilkan oleh inti bumi dan tersimpan di sana.

Manfaat energi panas bumi berguna untuk banyak keperluan strategis dan berpotensi jadi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Lantas, energi geothermal digunakan untuk apa?

Di banyak negara, energi geothermal telah dimanfaatkan jadi sumber tenaga pembangkit listrik, hingga memenuhi kebutuhan akan pemanas dan pengeringan di sektor pertanian, industri, serta rumah tangga. Di Indonesia, pengembangan energi geothermal atau panas bumi juga masih terus dilakukan.

Mengapa Energi Geothermal Dikembangkan di Indonesia?

Ada sejumlah alasan mengapa energi geotermal merupakan salah satu energi alternatif yang potensial dikembangkan di Indonesia.

Salah satu alasannya adalah karena Indonesia membutuhkan alternatif dari bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Hingga saat ini, sebagaimana banyak negara lain, Indonesia amat bergantung pada 3 sumber energi tersebut.

Kendati Indonesia memiliki cadangan minyak bumi, gas alam, dan batu bara cukup besar, keberadaannya akan habis beberapa puluh tahun mendatang. Indonesia kini bahkan telah mengimpor minyak bumi. Maka itu, energi gothermal bisa menjadi salah satu solusi.

Energi alternatif geothermal memanfaatkan panas bumi sehingga tidak akan pernah habis sepanjang planet Bumi masih ada. Hal ini membuat panas bumi tergolong sumber energi terbarukan.

Mengacu pada publikasi laman resmi Departemen Energi AS (energy.gov), energi panas bumi atau geothermal dapat terus diproduksi selama bertahun-tahun karena peluruhan unsur radioaktif alami di inti bumi.

Jumlah panas bumi yang melimpah di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia, membuat geothermal potensia menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang terbatas cadangannya.

Energi geothermal juga menghasilkan polusi yang rendah sehingga ramah lingkungan. Hal ini menambah nilai kegunaan energi geothermal karena pemakaiannya akan mengurangi emisi karbon.

Emisi karbon hasil pembakaran minyak bumi serta batu bara telah mengakibatkan polusi udara dan masalah lingkungan serius, terutama perubahan iklim dan pemanasan global. Mengingat dampak perubahan iklim semakin mengkhawatirkan, pengurangan konsumsi dua jenis bahan bakar itu perlu segera dilakukan.

Penggunaan energi goeothermal memang bisa menghasilkan polusi berupa sulfur dioksida dan karbon dioksida. Namun, jumlah polusi energi panas bumi tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan dampak pemakaian bahan bakar minyak, gas, dan batu bara.

Energi geothermal bisa menjadi alternatif solusi, khususnya sebagai pengganti batu bara, minyak bumi, dan gas untuk sumber tenaga pembangkit listrik.

Di sisi lain, berdasarkan data Kementerian ESDM RI, Indonesia adalah salah satu negara dengan potensi energi geothermal terbesar di dunia. Jumlahnya sekitar 23,9 Gigawatt.

Jadi, mengapa geothermal dijadikan sebagai alternatif penyediaan energi? Untuk konteks Indonesia ada 5 alasannya, yakni:

  • Energi geothermal bersifat terbarukan
  • Energi geothermal lebih ramah lingkungan
  • Potensi geothermal di Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia
  • Cadangan bahan bakar fosil terbatas sehingga butuh alternatif pengganti
  • Konsumsi bahan bakar fosil harus dikurangi agar tingkat emisi karbon turun.

Mengapa Indonesia Memiliki Potensi Energi Geothermal?

Indonesia mempunyai potensi energi geothermal besar, bahkan menjadi salah satu yang terbesar di dunia, karena letak geografisnya berada di ring of fire (cicin api pasifik). Ring of fire adalah zona pertemuan lempeng-lempeng tektonik sehingga kerap dilanda gempa bumi dan letusan gunung api.

Di Asia Tenggara, dua negara yang wilayahnya cukup luas dan berada di zona ring of fire, yakni Indonesia dan Filipina masuk dalam daftar penghasil energi geothermal terbesar di dunia.

Letak geografis di zona wilayah ring of fire menjadi penyebab utama mengapa Indonesia memiliki potensi energi geothermal yang besar.

Indonesia terletak di antara jalur gunung api aktif dan tumbukan lempeng tektonik, serta berada di sepanjang garis khatulistiwa. Kondisi demikian menciptakan kondisi geologis yang ideal untuk terbentuknya sumber energi panas bumi.

Dengan potensi panas bumi yang besar, Indonesia bisa memanfaatkan geothermal untuk menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan. Energi geothermal juga lebih murah karena cadangannya tersedia melimpah di tanah air.

Potensi Energi Geothermal Panas Bumi di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan sumber energi alternatif ini masih perlu ditingkatkan.

Data Kementerian ESDM RI menunjukkan potensi energi panas bumi di Indonesia amat menjanjikan. Setidaknya ada 300 titik sumber geothermal yang sudah teridentifikasi di Indonesia, dan tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Potensi energi geothermal yang besar di Indonesia dapat dikembangan untuk berbagai keperluan, termasuk pembangkit listrik, industri, dan pertanian.

Mengutip ulasan ilmiah dalam Indonesian Journal of Conservation Vol. 11, No. 2 (2022), potensi energi panas bumi Indonesia memiliki entalpi tinggi, sekitar 29 GWe secara total. Dengan potensi energi panas bumi mencapai 29.000 MW, Indonesia diperkirakan memiliki 40 persen cadangan geothermal dunia.

Meskipun begitu, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia belum optimal. Hingga kini pemanfaatan energi geothermal untuk menghasilkan listrik baru sekitar 1,2 GWe. Selain itu, penggunaannya masih lebih dominan di Pulau Jawa, meskipun potensi yang terbesar justru di pulau Sumatra.

Secara lebih lengkap, merujuk pada publikasi Kementerian ESDM, berikut ini data potensi energi panas bumi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia:

  1. Pulau Sumatera memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 13.516 MW yang tersebar di 86 titik potensi;
  2. Pulau Jawa memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 10.092 MW yang tersebar di 71 titik potensi;
  3. Pulau Bali memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 296 MW yang tersebar di 5 titik potensi;
  4. Nusa Tenggara memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 1.471 MW yang tersebar di 22 titik potensi;
  5. Pulau Kalimantan memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 115 MW yang tersebar di 8 titik potensi;
  6. Pulau Sulawesi memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 2.519 MW yang tersebar di 55 titik potensi;
  7. Maluku memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 954 MW yang tersebar di 26 titik potensi;
  8. Papua memiliki total potensi energi panas bumi mencapai 75 MW yang tersebar di 3 titik potensi.

Dari persebaran energi panas bumi tersebut, Provinsi Sulawesi Utara merupakan wilayah yang paling maju dalam memanfaatkan energi geotermal buat pembangkit listrik. Sekitar 40 persen dari total pasokan listrik di Sulawesi Utara berasal dari energi geotermal.

Meskipun pemanfaatan energi geothermal di Indonesia belum optimal, Indonesia tercatat dalam daftar 5 negara yang paling banyak menghasilkan listrik dari energi geothermal.

Kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sudah dimiliki Indonesia berjumlah 1.197 MWe. Jumlah tersebut berada di bawah Amerika Serikat (3.092 MWe) dan Filipina (1.904 MWe), namun lebih unggul dari Meksiko (958 Mwe) dan Italia (843 MWe).

Baca juga artikel terkait ENERGI ALTERNATIF atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Addi M Idhom