tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bakal berupaya mendorong kelanjutan pengembangan proyek Masela dalam lawatannya ke Jepang pada mulai 7 hingga 9 Mei mendatang.
Proyek tersebut dioperatori oleh perusahaan minyak dan gas (migas) dari Jepang, yakni Inpex Corporation. Inpex Corporation mempunyai hak partisipasi hingga 65 persen. Bersama Inpex, Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) juga memiliki PI sebesar 20 persen dan Petronas sebesar 15 persen.
“Dalam pertemuan juga di bulan Januari dengan Presiden Prabowo, Perdana Menteri Ishiba juga mendorong proyek yang sama termasuk di dalamnya pengembangan LNG, nah Indonesia masih menagih proyek Masela,” kata Airlangga saat konferensi pers secara virtual, Jumat (9/5/2025).
Selain itu, kunjungan kerja tersebut akan difokuskan pada penguatan hubungan perdagangan dan investasi dalam lawatannya ke Jepang mulai 7 hingga 9 Mei 2025.
Termasuk, kata Airlangga, menindaklanjuti pertemuan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba pada 10 hingga 11 Januari 2025.
Menurutnya, Jepang tengah berupaya mendorong pengembangan energi baru terbarukan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), salah satunya Indonesia.
“Kemarin juga ada kunjungan mantan Perdana Menteri Ishiba ke Indonesia dan salah satu yang sedang menjadi prioritas adalah program ASEAN Zero Emission Community. Di mana untuk ASEAN Zero Emission Community, pemerintah Jepang sudah menyiapkan dana khusus terkait program itu adalah 500 juta dolar AS,” ujar Airlangga .
Di luar itu, pemerintah Jepang dan Indonesia juga telah mempersiapkan lebih dari 175 nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pengembangan energi bersih di Indonesia.
Fokus pengembangan energi bersih di Indonesia nantinya berfokus pada pembangkit listrik tenaga matahari, sektor geothermal, dan upaya pemanfaatan sampah menjadi energi atau waste to energy, serta pengelolaan lahan gambut.
“Sekarang Indonesia dan Jepang sudah menyiapkan lebih dari 175 Memorandum of Understanding, Pipeline of List of Project, di mana di dalam pipeline ini itu beberapa proyek yang terkait dengan pengurangan emisi menuju Indonesia Zero Emission di tahun 2060,” tutur Airlangga.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































