Menuju konten utama

Materi Teks Eksplanasi, Contoh, Struktur, dan Cara Menulisnya

Materi teks eksplanasi yang dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 mencakup bahasan mengenai struktur, cara menulis, dan contoh singkat.

Materi Teks Eksplanasi, Contoh, Struktur, dan Cara Menulisnya
ilustrasi pelajaran bahasa indonesia. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Materi teks eksplanasi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 mencakup struktur, cara membuat, ciri-ciri, dan contoh singkat.

Secara definitif, teks eksplanasi adalah teks yang memaparkan tentang proses terjadinya suatu fenomena alam atau sosial. Karakteristik atau ciri yang membedakan teks eksplanasi dengan teks lain adalah pencantuman sebab akibat dalam proses terjadinya fenomena yang dibahas.

Menurut buku Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas XI, teks eksplanasi berfungsi memberikan wawasan dan memperluas pengetahuan penyimaknya.

Materi teks eksplanasi disampaikan agar peserta didik mampu memahami, menyusun teks eksplanasi, dan menganalisis perbedaan teks eksplanasi dengan teks lain. Berikut adalah ciri-ciri teks eksplanasi yang dapat digunakan untuk membedakan teks eksplanasi dengan teks lain:

  1. Memuat frasa berbau teknis
  2. Memuat kalimat aktif dan pasif
  3. Memuat kalimat tanya dan berita
  4. Menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa
  5. Isi teks didasarkan pada hasil penelitian ilmiah
Lantas apa saja struktur teks eksplanasi itu? Bagaimana cara menyusun teks eksplanasi?

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi, diantaranya adalah dengan mengetahui struktur teks dan menggunakan pernyataan umum disertai deretan penjelas sebab-akibat.

Apa Saja Struktur dari Teks Eksplanasi?

Sebagaimana disebutkan, teks eksplanasi memiliki struktur penulisan yang terbagi menjadi tiga bagian. Berikut adalah struktur penulisan teks eksplanasi yang dapat digunakan sebagai acuan menyusun teks eksplanasi:

Identifikasi fenomena

Bagian Identifikasi fenomena atau phenomenon identification merupakan pembuka teks dan memuat penjelasan umum tentang fenomena yang diulas. Pengenalan fenomena mengenai gambaran secara umum menjawab pertanyaan apa, mengapa, sampai dengan bagaimana fenomena terjadi dibahas di bagian ini.

Penggambaran rangkaian kejadian

Penggambaran rangkaian kejadian atau explanation sequence memuat tentang alasan terjadinya fenomena, bisa terangkum pada lebih dari satu paragraf. Rangkaian penjelas tersebut mendeskripsikan penyebab fenomena secara lebih mendalam.Memuat jawaban dari bagaimana dan mengapa atas fenomena yang dibahas dengan rincian sebagai berikut:

  1. Penjelasan yang berpola dari pertanyaan 'bagaimana' tersusun secara urut, kronologis ataupun gradual. Jawaban atas pertanyaan ini berupa runtutan fase berdasarkan urutan waktu.
  2. Penjelasan yang berpola dari pertanyaan 'mengapa' tersusun secara kausalitas, yakni uraian dari fase kejadian dijelaskan berdasar hubungan sebab akibat.

Ulasan

Ulasan atau review merupakan bagian penutup teks yang sifatnya pilihan, boleh ada atau tidak. Bagian ini memuat kesimpulan dari bagian sebelumnya yakni pernyataan umum dan deretan penjelas atau dapat berupa tanggapan dan komentar atas konsekuensi dari fenomena.

Contoh Teks Eksplanasi Singkat

Berikut ini contoh teks eksplanasi singkat:Proses Terjadinya Gerhana Matahari TotalBerbagai fenomena alam di langit sering terjadi pada matahari meskipun dalam waktu yang tidak menentu. Salah satu fenomena matahari yang menakjubkan adalah gerhana matahari total. Gerhana matahari merupakan fenomena yang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan fenomena gerhana bulan. Sebenarnya, fenomena gerhana matahari ada berbagai macam, seperti gerhana matahari sebagian dan gerhana matahari cincin.

Namun, dari berbagai macam gerhana matahari tersebut, yang paling mencuri perhatian khalayak umum adalah gerhana matahari total. Mengapa? Ketika gerhana matahari total terjadi, semua bagian dari matahari benar-benar bisa tertutupi oleh bayangan bulan sehingga dalam beberapa menit atau detik planet bumi benar-benar gelap gulita, seperti halnya malam hari dan kemudian kembali terang.

Fenomena alam gerhana matahari total memang benar-benar cocok dijadikan momen untuk dikenang karena selain datangnya sangat jarang, gerhana matahari total mampu menyuguhkan kenampakan yang luar biasa di mana kita akan bisa merasakan “kehilangan” cahaya matahari dalam beberapa menit dan bisa menyaksikan matahari muncul kembali tanpa melalui proses terbit dan tenggelam.

Perlu diingat, menyaksikan gerhana matahari total secara langsung tanpa menggunakan peralatan dan keamanan yang memadai, akan sangat membahayakan kesehatan mata. Hal ini karena pada saat matahari tertutup bayangan bulan, saat itulah banyak sekali sinar ultraviolet yang terpancar, sehingga apabila kita tidak menggunakan alat pelindung maka bisa menyebabkan sakit mata, bahkan bisa mengalami kebutaan. Oleh karena itu, sangat perlu membaca panduan dalam menyaksikan gerhana matahari secara aman.

Ada dua macam gerhana, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Fokus kita kali ini hanya pada gerhana matahari. Menurut persentase bagian yang tertutupi pantulan cahaya bulan, maka gerhana matahari dibedakan menjadi beberapa jenis lagi, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian atau parsial, dan gerhana matahari cincin. Gerhana matahari total merupakan gerhana matahari sempurna di mana seluruh bagian matahari bisa tertutupi oleh bayangan bulan sehingga cahaya matahari benar-benar hilang sejenak dan kenampakan bumi seperti malam hari.

Perlu kita ketahui bersama bahwasanya gerhana matahari total ini terjadi melalui beberapa tahapan atau proses. Sebelumnya sangat perlu bagi kita untuk mengetahui proses terjadinya gerhana matahari secara umum. Jadi, syarat terjadinya gerhana matahari secara umum adalah ketika posisi Matahari – Bulan – Bumi berada pada satu garis lurus. Dengan demikian, bulan yang ukurannya lebih kecil menimbulkan bayangan cahaya yang akhirnya jatuh ke sebagian permukaan bumi sehingga bagian bumi tersebut menjadi gelap gulita seperti malam hari. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai proses terjadinya gerhana matahari total, berikut ini merupakan poin-poin penjelasannya:

  1. Terjadinya gerhana matahari total dimulai ketika posisi matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus secara berturut-turut. Posisi ini bisa terjadi karena bumi dan bulan sama-sama melakukan revolusi yaitu mengelilingi matahari sebagai pusat dari tata surya.
  2. Setelah berada di satu garis lurus maka bagian belakang bulan yang tidak terkena sinar matahari akan membentuk bayangan yang terdiri dari dua jenis yaitu bayangan inti yang gelap (umbra) dan bayangan samar-samar (penumbra). Bayangan umbra terdapat tepat di sisi belakang bulan yang bentuknya mengerucut. Sementara penumbra berada di sekitar bayangan umbra dan bentuknya semakin jauh semakin melebar. Biasanya bayangan penumbra lebih luas daripada bayangan umbra.
  3. Kemunculan bayangan umbra dan penumbra akan mengenai permukaan bumi. Di saat itu, permukaan yang terkena umbra akan mengalami gerhana matahari total, sementara yang terkena penumbra akan mengalami gerhana matahari sebagian. Karena planet bumi melakukan gerakan rotasi, maka terjadinya gerhana matahari total di suatu daerah akan diawali dengan terjadinya gerhana matahari sebagian terlebih dahulu.
Nah, itulah beberapa proses atau langkah-langkah terjadinya gerhana matahari total. Jadi, terjadinya gerhana matahari, baik itu gerhana matahari total maupun parsial atau sebagian, akan diawali dengan posisi yang sama di mana matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Aisyah Yuri Oktavania

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Aisyah Yuri Oktavania
Penulis: Aisyah Yuri Oktavania
Editor: Fadli Nasrudin