Geografi

Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Bulan, Jenis, dan Siklusnya?

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 28 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gerhana bulan dapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.
tirto.id - Salah satu efek dari proses rotasi dan evolusi bumi dan bulan adalah munculnya fenomena gerhana. Kedua benda angkasa itu tidak mengeluarkan cahaya sendiri. Keduanya dapat memiliki sisi terang di separuh bagiannya karena mendapatkan pasokan cahaya dari sinar matahari.

Pada waktu bulan berevolusi mengitari bumi selama sekitar 30 hari lamanya, kadang posisi antara matahari, bumi, dan bulan secara berurutan berada tepat dalam satu garis lurus. Akibatnya, bulan tidak mendapatkan cahaya dari matahari akibat tertutup bulatan Bumi.

Dalam keadaan itulah terjadi gerhana bulan. Menurut Modul Bumi Tempat Kita Hidup (Kemendikbud 2017), gerhana bulan yaitu gerhana yang terjadi akibat bayang-bayang bumi menutupi bulan. Diameter bumi lebih besar dari bulan sehingga seluruh bulatan bulan tertutup bayangan bulatan bumi.

Proses tertutupnya bulan oleh bayangan bumi ini berlangsung kurang lebih 1 jam 40 menit. Wilayah bumi yang berada di waktu malam akan dapat menyaksikan gerhana bulan. Kendati begitu, wilayah-wilayah itu mungkin mendapati gerhana bulan dengan jenis berlainan.


Jenis Gerhana Bulan

Mengutip dari laman Sumber Belajar Kemendikbud, gerhana bulan dapat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.

Gerhana bulan total akan terjadi apabila posisi bulan tepat berada di daerah umbra atau di dalam bayangan bumi yang gelap. Pada gerhana ini fase-fase bulan dapat diamati secara lengkap mulai dari bulan sebagian ke bulan sabit, lalu memerah karena masih ada cahaya matahari yang diteruskan ke bumi.

Sementara itu pada gerhana bulan sebagian, bayangan bulan ada di dua bagian. Satu bagian menempati umbra bumi dan bagian lain berada di penumbra. Sewaktu gerhana bulan terjadi maka sebagian fisik bulan memerah dan gelap, lalu di pada sisi lain terlihat normal

Pada tipe gerhana bulan penumbra, seluruh bayangan bulan berada di dalam bagian penumbra bumi. Akibatnya, seluruh bagian bulan masih dapat terlihat, tetapi dengan warna suram. Untuk mengamatinya harus memakai alat khusus.

Pada pemaparan jenis-jenis gerhana bulan tersebut, yang dimaksud umbra adalah bagian yang sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan dan merupakan bayangan inti yang berada di bagian tengah. Sementara penumbra adalah bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana bulan.


Siklus Gerhana Bulan

Para astronom atau pun peminat kejadian astronomi lebih banyak mengamati dan meneliti jenis gerhana matahari total dan sebagian. Gerhana bulan penumbra kurang banyak diminati karena jarang sekali terjadi. Dan, gerhana bulan memiliki siklus yang lebih sering terjadi ketimbang gerhana matahari.

Dalam satu tahun, gerhana bulan dimungkingkan muncul dua sampai tujuh kali. Hal ini membuat kejadiannya cukup dinantikan. Sebaliknya, siklus gerhana matahari memiliki periode terlihat selama 200 tahun sekali.

Rekor kejadian gerhana bulan dicapai pada tahun 1982 dengan hadirnya tiga kali gerhana bulan total. Sementara itu pada kurun 2009 sampai 2015 telah terjadi 17 gerhana bulan dengan rincian 7 kali gerhana bulan total, empat kali gerhana sebagian, dan enam kali gerhana bulan penumbra.


Baca juga artikel terkait GERHANA BULAN atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Ibnu Azis
DarkLight