tirto.id - Sepatu pantofel wanita kerap jadi pilihan untuk bekerja. Di sisi lain, kita juga mengenal jenis sepatu heels yang umumnya memiliki hak lebih tinggi dari pantofel. Lalu, sepatu mana yang lebih cocok untuk pergi kerja?
Memilih sepatu kerja wanita yang tepat tentunya bukan sekadar soal gaya, tapi juga menyangkut citra dan kenyamanan selama beraktivitas. Sepatu dapat memengaruhi bagaimana seseorang dipersepsikan di lingkungan kerja.
Sepatu yang tepat bisa membuat penampilan terlihat rapi, menimbulkan kesan profesional, dan menunjukkan adaptasi yang baik sesuai dengan budaya kantor. Di sisi lain, faktor kenyamanan tak kalah penting karena sepatu yang salah bisa menyebabkan cepat lelah hingga nyeri kaki.
Sepatu pantofel wanita dan heels menjadi dua jenis sepatu yang kerap dipilih untuk bekerja. Keduanya memiliki karakteristik berbeda dan punya kelebihannya masing-masing, tapi manakah yang paling fit untuk dipakai kerja?
Mana yang Lebih Fit untuk Kerja? Pantofel atau Heels

Dalam dunia kerja, pemilihan sepatu menjadi hal penting yang berpengaruh pada penampilan dan kenyaman. Untuk mengetahui jenis sepatu mana yang paling cocok untuk bekerja, maka kita perlu memahami perbedaan pantofel dan heels, baik dari segi desain, estetika, hingga kenyamanannya.
Pantofel vs Heels
Pantofel atau loafers merupakan jenis sepatu formal atau semi-formal yang umumnya memiliki desain tertutup dengan tampilan simpel dan rapi. Sepatu pantofel wanita biasanya memiliki hak rendah atau bahkan datar.Menurut situs Charles & Keith, pantofel terdiri dari beberapa tipe, seperti penny loafers dengan desain klasik, loafermules yang menggabungkan desain pantofel klasik dan slip-on (tanpa bagian belakang), hingga heeled loafers yang memiliki hak agak tebal/tinggi dari pantofel klasik.
Sementara itu, heels mengacu pada sepatu dengan hak tinggi di bagian tumit yang berfungsi untuk menambah tinggi badan sekaligus memberikan siluet tubuh yang lebih jenjang. Heels sendiri terdiri dari berbagai jenis, mulai dari stileto, kitten heels, block heels, hingga wedges.
Heels lebih sering dikaitkan dengan tampilan yang feminin dan elegan sehingga kerap dipilih untuk menghadiri acara-acara penting. Namun, heels juga bisa menunjang penampilan di kantor karena juga mampu memberikan kesan formal dan profesional.
Mana yang Lebih Nyaman di Kaki?
Jika dilihat dari tampilan atau sisi estetika, sepatu pantofel wanita maupun heels sama-sama cocok dipakai ke kantor. Namun, jika dilihat dari aspek kenyaman, keduanya memiliki perbedaan cukup besar.Pantofel umumnya dianggap lebih nyaman dibandingkan heels, apalagi jika digunakan dalam waktu lama seperti saat bekerja. Heels, terutama dengan hak tinggi, cenderung membuat kaki cepat lelah, bahkan terasa nyeri jika dipakai sepanjang hari di kantor.
Hal ini didukung oleh beberapa studi ilmiah yang membandingkan antara heels dengan sepatu flat. Salah satunya dalam jurnal berjudul Correlation Between High Heel and Flat Footwear With Balance, Foot Pain and Posture in Healthy Individuals.

Dengan melibatkan 120 orang dewasa (20-35 tahun), studi ini menunjukkan bahwa high heels memberikan dampak negatif berupa penurunan keseimbangan, potensi perubahan postur tubuh, hingga nyeri kaki.
Sebaliknya, flat shoes cenderung lebih stabil meskipun tidak selalu ideal. Flat shoes yang terlalu tipis dan tidak memiliki arch support yang baik juga bisa berdampak negatif pada kaki.
Sementara itu, ada juga studi lain bertajuk The Changes of COP and Foot Pressure after One Hour's Walking Wearing High-heeled and Flat Shoes. Studi ini meneliti bagaimana jenis sepatu (flat, mid-heels, dan high heels) memengaruhi tubuh setelah dipakai berjalan selama 1 jam.
Hasilnya menunjukkan bahwa high heels memberikan tekanan besar pada kaki bagian depan (forefoot) sehingga meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan muskuloskeletal. Namun, flat shoes juga tidak selalu aman karena bisa mengganggu distribusi beban kaki jika terlalu tipis.
Sepatu mid-heels dengan tinggi hak sekitar 4 cm justru dianggap paling stabil karena tidak ada perubahan signifikan pada tekanan kaki maupun keseimbangan tubuh.
Pantofel Lebih Fit untuk Kerja Seharian
Berdasarkan perbandingan dari segi desain, fungsi, hingga hasil studi ilmiah, sepatu pantofel wanita dan heels sama-sama memiliki keunggulan untuk menunjang penampilan kerja.Pantofel lebih unggul dalam hal kenyamanan dan bisa memberikan kesan rapi, sementara heels mampu memberikan kesan yang lebih feminin, elegan, sekaligus profesional.
Namun, jika digunakan dalam waktu lama, apalagi dengan mobilitas tinggi, heels dengan hak tinggi cenderung meningkatkan risiko kelelahan, nyeri kaki, hingga gangguan postur tubuh.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pantofel bisa menjadi pilihan paling tepat untuk bekerja karena menawarkan kenyamanan lebih tinggi dibandingkan heels. Jika tetap ingin memakai heels ke kantor, sebaiknya pilih sepatu dengan tinggi hak sedang atau mid-heels (sekitar 4 cm).
Tips Memilih Sepatu Pantofel Wanita

Sepatu pantofel wanita ideal untuk bekerja karena tak hanya memberikan tampilan yang rapi dan profesional, tapi juga nyaman jika dipakai seharian. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pantofel, berikut di antaranya:
1. Ukuran Sepatu
Ukuran adalah faktor paling penting dalam memilih sepatu, termasuk pantofel. Sepatu yang terlalu sempit bisa membuat kaki nyeri atau lecet, sementara sepatu yang terlalu longgar juga tidak akan terasa nyaman digunakan untuk berjalan.Untuk urusan sepatu, sebaiknya membeli produknya langsung di toko (jangan beli online) sehingga bisa langsung dicoba. Idealnya, beli atau coba sepatu saat sore hari ketika ukuran kaki sedikit membesar akibat beraktivitas seharian.
2. Tinggi Hak (Heel)
Pantofel seperti penny loafers memiliki hak yang sangat rendah, tapi banyak juga pantofel yang memiliki hak agak tinggi walau tidak setinggi high heels. Untuk penggunaan kerja sehari-hari, sebaiknya pilih pantofel dengan hak rendah hingga sedang untuk kenyamanan maksimal.3. Bahan
Sepatu pantofel wanita umumnya terbuat dari bahan kulit, baik itu kulit asli (genuine leather), kulit sintetis, hingga suede. Genuine leather umumnya lebih direkomendasikan, tapi apa pun pilihan materialnya, pastikan untuk memilih pantofel dengan bahan yang berkualitas agar lebih awet dan nyaman di kaki.4. Sol dan Bantalan Sepatu (Insole)
Pantofel yang baik seharusnya memiliki sol yang tidak terlalu tipis, bantalan yang cukup empuk untuk kaki, serta daya cengkeram yang tinggi (anti-slip). Hal ini patut dijadikan pertimbangan saat memiliki pantofel karena sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan saat beraktivitas.5. Desain
Setiap orang memiliki selera dan preferensi berbeda. Jadi, pastikan untuk memilih sepatu pantofel wanita yang benar-benar sesuai dengan kepribadian kita, baik dari segi bentuk hingga warnanya.Saat ini pun banyak sepatu pantofel wanita kekinian yang hadir dengan beragam desain. Selain itu, pemilihan bentuk dan warna pantofel juga bisa disesuaikan dengan budaya kantor tempat kita bekerja agar terlihat lebih profesional.
Demikian penjelasan terkait sepatu pantofel wanita dan perbandingannya dengan heels. Pilihan terbaik kembali pada kebutuhan, aktivitas, serta tingkat kenyamanan masing-masing individu dalam menjalani rutinitas kerja.
Jika mengutamakan mobilitas dan kenyamanan sepanjang hari, pantofel bisa jadi andalan yang tepat. Namun, untuk momen tertentu yang membutuhkan tampilan lebih feminin dan elegan, heels bisa jadi juaranya.
Butuh informasi lain atau rekomendasi sepatu untuk aktivitas sehari-hari? Cek selengkapnya di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































