tirto.id - Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan mesin fiskal dan swasta jika ingin tumbuh sesuai target pemerintahan Prabowo-Gibran di 8 persen. Hal ini, sambungnya, sesuai dengan pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi Indonesia yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, satu ajaran Sumitro yang hari ini penting untuk diterapkan adalah menjaga kemerataan, di mana mendorong peran swasta dalam berbagai kegiatan ekonomi sembari menjalankan intervensi pemerintah dengan meluncurkan program pro rakyat. Dengan dua mesin yang berjalan seiring seirama tersebut, menurut Purbaya akan menghasilkan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik.
“Kemerataan akan menjunjung stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Keseimbangan pembangunan antara mesin fiskal dan mesin swasta. Kalau itu dijalankan harusnya tumbuh 8 persen eggak susah-susah amat,” katanya dalam Simposium Nasional: Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia, Selasa (3/6).
Kendati begitu, Purbaya menekankan bahwa pemerintah juga perlu memastikan industri tumbuh baik di dalam negeri agar target-target ekonomi dapat dicapai, terutama jika ingin keluar dari middle income trap dan menjadi negara maju.
Minimal, ucapnya pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai dobel digit dalam jangka waktu yang cukup panjang seperti yang dialami oleh Jepang, Korea Selatan, dan Cina.
“Salah satu syarat menjadi negara maju kita harus memajukan industri dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Harus dobel digit,” ujarnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































