tirto.id - Idul Adha 2026 versi Muhammadiyah dan versi pemerintah jatuh pada tanggal berapa? Cek kalender dan ulasan lengkapnya.
Idul Adha 2026 menjadi momen yang dinantikan oleh umat Islam. Jika Idul Fitri identik dengan aktivitas saling bersilaturahmi, Idul Adha akan diwarnai penyembelihan hewan kurban. Selain itu, Idul Adha juga disebut sebagai lebaran haji karena bertepatan dengan pelaksanaan puncak haji.
Dalam Islam, Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Muslim yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.
Kendati begitu, penetapan 10 Dzulhijjah bisa berbeda-beda tergantung pada metode yang digunakan dalam melihat hilal dan data astronomi. Sebagai hari besar Islam, Idul Adha 2026 biasanya telah ditandai sejak sekarang.
Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah telah memutuskan waktu peringatan Idul Adha 2026. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025, isinya menetapkan 1 Zulhijah 1447 H, Hari Arafah (9 Zulhijah), dan Idul Adha 2026.
Dalam dokumen tersebut, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Merunut tanggal tersebut, maka Hari Arafah atau 9 Zulhijah jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 M. Berikutnya, Hari Raya Idul Adha 2026 atau 10 Zulhijah 1447 H akan dirayakan pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.
Keputusan tersebut berdasar pada ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H bertepatan dengan 16 Mei 2026 M, pukul 20:01:02 UTC.
Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi Bulan lebih dari 8 derajat.
Berikutnya, Muhammadiyah menerapkan Parameter Kalender Global (PKG) 2. Namun, PKG 2 tidak terpenuhi karena setelah pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di daratan Amerika yang saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu memenuhi dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (17:47:31 UTC).
Atas dasar tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M, dan Idul Adha 2026 jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.
Penggunaan PKG mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal yang merupakan hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tahun 2024.
Idul Adha 2026 Versi Pemerintah
Idul Adha 2026 versi pemerintah secara resmi biasanya akan diumumkan dalam sidang isbat yang akan berlangsung pada akhir bulan Zulkaidah. Sidang isbat ini digelar untuk mengamati hilal secara langsung atau rukayatul hilal. Sebab, dalam menentukan awal bulan baru, pemerintah menggabungkan metode hisab atau perhitungan astronomi dan metode rukayatul hilal.
Dalam menentukan kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyah, pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam ketentuan MABIMS bulan baru dapat ditetapkan jika tinggi bulan minimal 3 derajat di atas ufuk dengan elongasi minimal 6,4 derajat.
Kendati begitu, pemerintah telah memperkirakan Idul Adha 2026 melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI.
Dalam kalender tersebut, Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Meski begitu, kepastian Idul Adha 2026 versi pemerintah akan diumumkan melalui sidang isbat.
Sementara Rabu, 27 Mei 2026, sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional guna memperingati Idul Adha 1447 H. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor: 2 Tahun 2025, dan Nomor: 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Sehari setelahnya, Kamis, 28 Mei 2026, masih menurut SKB 3 Menteri, juga termasuk hari libur cuti bersama dalam rangka Idul Adha 1447 H.
Info lebih lanjut tentang Idul Adha 2026 dapat diakses melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id

































