Menuju konten utama

Lanjut Negosiasi, Prabowo akan Temui Trump Oktober Tahun Ini

Prabowo akui perundingan dengan Trump cukup alot, tetapi memahami kepentingan Amerika Serikat terhadap Indonesia.

Lanjut Negosiasi, Prabowo akan Temui Trump Oktober Tahun Ini
Presiden RI Prabowo Subianto setibanya di Indonesia setelah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, Rabu (16/7/2025). tirot.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pertemuan tersebut guna membahas tarif impor Indonesia.

"Beliau katanya mungkin sekitar September, Oktober (baru bisa bertemu)," ucap Presiden Prabowo di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (16/7/2025).

Dijelaskan Prabowo, dirinya memang akan terus melakukan negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump mengenai tarif impor tersebut. Sebab, menurut dia, hubungan dagang itu memang harus ada negosiasi yang dilakukan terus menerus.

Di sisi lain, dia mengemukakan proses negosiasi dengan Presiden As Donald Trump dalam membahas tarif impor itu. Negosiasi itu pun membuahkan hasil, di mana Indonesia mendapat penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.

"Saya bicara dengan Presiden Donald Trump. Alhamdulillah juga, berunding dengan alot, akhirnya ada kesepakatan. Kita juga akan, istilahnya kita memahami kepentingan-kepentingan mereka. Mereka memahami kepentingan kita dan kita sepakati," ungkap dia.

Ditambahkan Prabowo, Presiden AS Donald Trump adalah seorang negosiator yang keras.

"Sekarang kalau nggak salah tarifnya dari 32 diturunkan jadi 19. Saya tetap nego, saya katakan beliau ini seorang negosiator yang cukup keras juga," ucap Prabowo.

Sebelumnya diberitakan, dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean, Indonesia menjadi negara dengan tarif terendah kedua setelah Singapura yang hanya dipukul tarif sebesar 10 persen.

Sedangkan, negara lain seperti Vietnam mendapatkan tarif resiprokal sebesar 20 persen, Filipina 20 persen, Malaysia 25 persen, Brunei Darussalam 25 persen, Thailand 36 persen, Kamboja 36 persen, Myanmar 40 persen, dan Laos sebesar 40 persen.

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Insider
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana