Menuju konten utama

Prabowo: RI Capai Kesepakatan IEU-CEPA usai Berunding 10 Tahun

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut kesepakatan ini sebagai "langkah besar" dalam hubungan Uni Eropa dan Indonesia.

Prabowo: RI Capai Kesepakatan IEU-CEPA usai Berunding 10 Tahun
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri), Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), dan Menteri Investasi dan Hilirasasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani (kanan) berbincang di sela Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia dan Uni Eropa telah resmi mencapai kesepakatan atas pakta Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Maklumat tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Minggu (13/7/2025).

"Saya ingin mengatakan bahwa hari ini kami telah mencapai sebuah terobosan setelah 10 tahun bernegosiasi. Kami telah menyelesaikan kesepakatan untuk menjalin Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang pada dasarnya merupakan perjanjian perdagangan bebas," ujar Prabowo dikutip dari siaran pada akun YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesepakatan ini, lanjut Kepala Negara, kedua pihak sepakat untuk saling mengakomodasi kepentingan ekonomi masing-masing. Kerja sama ini juga bersifat saling menguntungkan dan simbiotik, mengingat Eropa unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan keuangan, sementara Indonesia memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung transisi energi dan digital.

"Kemitraan antara Eropa dan Indonesia, Indonesia juga merupakan bagian besar dari ASEAN, akan menjadi kontribusi yang sangat penting bagi stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia,” tegas Prabowo.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut kesepakatan ini sebagai "langkah besar" dalam hubungan Uni Eropa dan Indonesia. Ursula menekankan bahwa CEPA akan membuka pasar baru, memperluas peluang di sektor strategis seperti pertanian, otomotif, dan jasa, serta memperkuat rantai pasok bahan baku kritis untuk transisi energi bersih dan digital.

"Setelah 10 tahun negosiasi, kita telah mencapai terobosan. Bersama-sama kita mengirim pesan kuat tentang pentingnya kemitraan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi, dan nilai bersama," ujar Ursula.

Ia juga mengungkapkan bahwa nilai ekonomi Indonesia—yang mencapai 1,2 triliun euro— serta jumlah penduduk yang melebihi 287 juta jiwa membuat Indonesia menjadi pasar strategis yang belum tergarap optimal oleh Uni Eropa. Sayangnya Indonesia masih menjadi mitra dagang kelima terbesar Uni Eropa di kawasan ASEAN.

"Artinya, masih banyak potensi dalam hubungan dagang kita yang belum tergarap, dan karena itu, kesepakatan ini hadir pada waktu yang tepat," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ursula turut mengumumkan kebijakan visa cascade bagi warga Indonesia. Mulai saat ini, WNI yang melakukan kunjungan kedua ke wilayah Schengen akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa multi-entry. Kebijakan ini, kata dia, ditujukan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat dan memudahkan mobilitas untuk studi, investasi, dan pertukaran budaya.

"Ini akan mempermudah kunjungan, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk berinvestasi, belajar, dan menjalin koneksi," tandasnya.

Baca juga artikel terkait PERJANJIAN DAGANG atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana