tirto.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan laba bersih senilai Rp7,5 miliar pada kuartal II 2025. Capaian tersebut anjlok 45,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang masih sebesar Rp13,8 miliar.
Penurunan tersebut bersumber dari pendapatan sebesar Rp6,5 triliun, yang terdiri dari pendapatan kerja sama operasi (KSO) atau joint operation Rp2,7 triliun dan non-KSO Rp3,8 triliun.
Capaian tersebut mengalami penurunan hingga 35,0 persen dibanding periode kuartal II 2024 yang masih sebesar Rp10,0 triliun yang terdiri dari pendapatan KSP sebesar Rp4,3 triliun dan pendapatan non-KSO sebesar Rp5,7 triliun.
“Top 3 penyumbang pendapatan: 1. Proyek Tol Solo-Jogja-Kulonprogo Rp692 miliar; 2. Proyek Tol Jogja-Bawen Rp412 miliar; 3. Proyek (Pabrik) Pusri IIIB Rp405 miliar,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (3/9/2025).
Dengan penurunan pendapatan dan laba bersih itu, total aset ADHI juga tercatat turun 1,9 persen di kuartal II 2025 menjadi Rp34,38 miliar. Ini terdiri dari aset lancar senilai Rp21,79 miliar dan aset tidak lancar Rp12,59 miliar.
Padahal, di sepanjang 2024 total aset ADHI tercatat masih sebesar Rp35,04 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp22,52 miliar dan aset tidak lancar Rp12,54 miliar.
“Penurunan aset secara Ytd (year to date/tahun berjalan) sebesar Rp660 miliar didominasi oleh penurunan kas dan setara kas sebesar Rp766 miliar,” jelas manajemen.
Sementara itu, hingga akhir Juni kemarin, total liabilitas ADHI juga mengalami penurunan sebesar 2,7 persen menjadi Rp24,69 miliar, dari yang sebelumnya Rp25,37 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan utang usaha Perseroan sebesar Rp530 miliar dan pembayaran kewajiban pinjaman sebesar Rp281 miliar.
“Rasio DER (Debt to Equity Ratio) dan DER IBD (Interest Bearing Debt to Equity/utang berbunga terhadap ekuitas) mengalami perbaikan disebabkan oleh penurunan hutang bank dan hutang usaha,” jelas Perseroan.
Sebagai informasi, pada kuartal II 2025, total rasio utang terhadap ekuitas ADHI tercatat sebesar 2,55, turun dari posisi akhir 2024 yang masih sebesar 2,62. Sedangkan, rasio utang berbunga terhadap ekuitas ADHI pada akhir Juni 2025 ialah sebesar 0,89, lebih baik ketimbang posisi 2024 yang sebesar 0,92.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































