Menuju konten utama

Kunjungan Wisman di Bali Turun Tipis Imbas Gelombang Unjuk Rasa

pemulihkan pariwisata Bali usai demontrasi tak lama berkat kemudahan teknologi untuk mengakses berita terkini.

Kunjungan Wisman di Bali Turun Tipis Imbas Gelombang Unjuk Rasa
Wakil Gubernurnya Bali, I Nyoman Giri Prasta, ketika diwawancarai di Kantor Gubernur Bali, Rabu (03/09/2025). Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengungkap penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) imbas demonstrasi yang digelar pada hari Sabtu (30/08/2025) hingga Minggu (31/08/2025). Dia mencatat, persentase kunjungan wisatawan asal Australia turun 0,2 persen selama periode aksi unjuk rasa.

"Kami pastikan sudah ada data. Itu ada penurunan, tapi ini akan segera pulih kembali. Penurunan tidak signifikan karena sudah di-booking awal," kata Giri usai menghadiri rapat dengan DPRD Provinsi Bali di Kantor Gubernur, Rabu (03/09/2025).

Giri menyebut upaya untuk memulihkan pariwisata Bali setelah aksi unjuk rasa tidak memakan waktu lama, sebab wisatawan di luar negeri mampu mendapatkan kabar terkini mengenai situasi di Bali dalam hitungan detik hingga menit melalui teknologi.

"Saya berani katakan seperti itu, sudah canggih sekali sekarang. Kita berbicara di sini, di Australia sudah melihat dan bisa didengarkan oleh mereka," lanjutnya.

Dia juga tidak khawatir dengan travel warning yang diberikan oleh sejumlah negara, seperti Australia, kepada Indonesia.

Menurutnya, label travel warning tersebut sudah pernah diberikan oleh negara lainnya pada tahun sebelumnya. Selain itu, wisatawan mancanegara, khususnya Australia, sudah menganggap Bali sebagai rumah kedua.

"Bali jauh lebih murah, bahkan cuaca, adat, dan budaya Bali ini sangat memberikan dukungan kepada wisatawan, khususnya Australia. Saya kira ini tidak menjadi persoalan. Maka daripada itu, mari kita jaga bersama-sama kondusifnya wilayah Indonesia," jelas Giri.

Giri menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih mempunyai jaringan dan akses yang kuat untuk berkomunikasi dengan pemerintah negara lainnya. Dia menegaskan, aktivitas di Bali sudah berjalan dengan baik dan tidak ada lagi kericuhan yang terlihat.

"Sekarang dipantau dan dilihat oleh negara-negara. Bukan Australia saja, semua negara memantau kita yang ada di Indonesia, khususnya di Bali, bahwa kondusivitas itu sudah berjalan dengan baik. Gerakan demo itu kita hormati sebagai hak dari masyarakat, hanya penyampaian itu jangan anarkis," tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkap wisatawan dari semua negara tidak lagi perlu khawatir dengan kondisi di Bali, sebab sudah aman dan kondusif. Dia juga menyebut tidak ada fasilitas publik yang mengalami kerusakan parah, hanya terdapat sedikit coretan atau vandalisme.

"Jadi wisatawan dari berbagai negara, wisatawan mancanegara maupun domestik, sudah tidak perlu ragu lagi. Silakan berwisata ke Bali. Bali sudah sangat kondusif," kata Koster di sela Chandi Summit 2025, Rabu.

Baca juga artikel terkait KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Insider
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah