Menuju konten utama

Kumpulan Ayat Al-Qur'an dan Hadits tentang Rezeki Sudah Diatur

Apa saja ayat dan hadits tentang rezeki sudah diatur? Simak penjelasan kumpulan ayat dan hadits rezeki sudah diatur dalam artikel ini.

Kumpulan Ayat Al-Qur'an dan Hadits tentang Rezeki Sudah Diatur
Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rezeki manusia diatur dan ditakar oleh Sang Maha Pemberi Rezeki. Pembahasan tentang konsep rezeki dalam Islam banyak dijelaskan melaui ayat tentang rezeki sudah diatur dan berbagai hadits.

Keyakinan terhadap rezeki sudah diatur oleh Allah ini perlu dibarengi dengan senantiasa menambah pemahaman terkait ayat tentang rezeki tidak akan tertukar. Berbagai ayat Al-Quran dan hadits tentang rezeki Allah Swt. dapat dipahami secara mendalam untuk menambah keyakinan terkait rezeki.

Apalagi rezeki merupakan salah satu aspek utama dalam kehidupan manusia. Pemahaman tentang konsep rezeki yang tepat dalam Islam akan sangat membantu umat Islam untuk berikhtiar menjemput rezeki Allah Swt

Apa saja ayat tentang rezeki sudah diatur dan hadits tentang rezeki sudah diatur? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Apakah Benar Rezeki Sudah Diatur oleh Allah Swt.?

Ilustrasi Islam

Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto

Pertanyaan tentang, “Apakah benar rezeki sudah diatur oleh Allah Swt.?” kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pemikiran yang bertanya-tanya terkait rezeki dalam Islam.

Bahkan pertanyaan ini bisa disalahpahami dengan pemikiran, “Jika rezeki sudah diatur Allah Swt., mengapa manusia tetap diperintahkan untuk berusaha?” Jawabannya dapat dipahami melalui penjelasan para ulama.

Salah satu penjelasan tentang rezeki disampaikan oleh KH. Hasyim Asy'ari. Beliau menjelaskan bahwa ikhtiar adalah bagian dari takdir itu sendiri.

Betul bahwa rezeki sudah ditetapkan. Namun, jalan untuk menjemput rezeki tetap perlu dilaksanakan. Allah Swt. menanamkan usaha atau ikhtiar sebagai sebab untuk meraih rezeki dan hasil akhirnya tetap berada di tangan-Nya.

Manusia tetap wajib berusaha atau berikhtiar kemudian bertawakal. Tawakal inilah nilai dari kuasa Allah Swt. karena manusia menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah Swt.

Melansir laman Muhammadiyah Lamongan, ada empat tingkatan rezeki dalam Islam. Tingkat pertama, yakni rezeki yang dijamin oleh Allah Swt. lalu tingkat kedua adalah rezeki yang didapat sesuai dengan yang diusahakan.

Tingkat ketiga, yakni rezeki lebih bagi orang-orang yang pandai bersyukur. Tingkat keempat, rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang bertakwa dan bertawakal pada Allah Swt.

Masing-masing tingkatan rezeki tersebut dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Quran tentang rezeki sudah diatur. Misalnya dalam tingkatan rezeki yang pertama, yakni rezeki sudah dijamin Allah Swt. Ini dijelaskan dalam QS. Hud: 6.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ۝٦

Wa mâ min dâbbatin fil-ardli illâ ‘alallâhi rizquhâ wa ya‘lamu mustaqarrahâ wa mustauda‘ahâ, kullun fî kitâbim mubîn

“Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz),” (QS. Hud: 6).

Kandungan ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Swt. memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

Ayat Al-Qur’an tentang Rezeki yang Sudah Diatur

Ilustrasi Islam

Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto

Ayat tentang rezeki sudah diatur dapat diamati dan didalami dengan segenap keimanan. Apa saja ayat Al-Qur’an tentang rezeki yang sudah diatur?

1. QS. Hud Ayat 6

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ۝٦

Wa mâ min dâbbatin fil-ardli illâ ‘alallâhi rizquhâ wa ya‘lamu mustaqarrahâ wa mustauda‘ahâ, kullun fî kitâbim mubîn

“Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."

Kandungan ayat ini menegaskan bahwa seluruh makhluk, tanpa terkecuali sudah dijamin rezekinya oleh Allah Swt. Penjelasan ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah Swt. sudah menjamin rezeki untuk setiap makhluk.

2. QS. Al-Baqarah Ayat 212

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۘ وَالَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۝٢١٢

Zuyyina lilladzîna kafarul-ḫayâtud-dun-yâ wa yaskharûna minalladzîna âmanû, walladzînattaqau fauqahum yaumal-qiyâmah, wallâhu yarzuqu may yasyâ'u bighairi ḫisâb

“Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kufur dan mereka (terus) menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”

Ayat tentang rezeki sudah diatur tersebut menjelaskan bahwa rezeki diberikan Allah Swt. tanpa batas. Allah Swt. menganugerahkan rezeki kepada hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Penjelasan ayat ini menunjukkan betapa Maha Kuasa Allah atas rezeki kepada setiap hamba-Nya.

3. QS. Al-Isra’ Ayat 30

اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُۗ اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًا ۢ بَصِيْرًاࣖ ۝٣٠

Inna rabbaka yabsuthur-rizqa limay yasyâ'u wa yaqdir, innahû kâna bi‘ibâdihî khabîram bashîrâ

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (-nya bagi siapa yang Dia kehendaki). Sesungguhnya Dia Mahateliti lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”

Kandungan QS. Al-Isra’ ayat 30 menjelaskan bahwa Allah Swt. sudah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Rezeki yang diberikan Allah Swt. kepada hamba-Nya ini sesuai dengan kehendak Allah Swt. dalam mencurahkan rezeki untuk hamba-Nya.

4. QS. Az-Zariyat Ayat 22-23

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ ۝٢٢

Wa fis-samâ'i rizqukum wa mâ tû‘adûn

“Di langit terdapat pula (hujan yang menjadi sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.”

فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَࣖ ۝٢٣

Fa wa rabbis-samâ'i wal-ardli innahû laḫaqqum mitsla mâ annakum tanthiqûn

“Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap.”

Kandungan dua ayat di atas menyebutkan bahwa rezeki manusia sudah ditulis dan dijamin di langit. Penjelasan yang tak kalah penting ialah bahwa semua yang dijanjikan Allah Swt. kepada hamba-Nya tidak akan pernah diingkari.

5. QS. Al-Ankabut Ayat 60

وَكَاَيِّنْ مِّنْ دَاۤبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَاۖ اللّٰهُ يَرْزُقُهَا وَاِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ۝٦٠

Wa ka'ayyim min dâbbatil lâ taḫmilu rizqahallâhu yarzuquhâ wa iyyâkum wa huwas-samî‘ul-‘alîm

“Betapa banyak hewan bergerak yang tidak dapat mengusahakan rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Penjelasan ayat di atas menunjukkan bahwa rezeki diberikan kepada setiap makhluk hidup. Rezeki Allah Swt. itu luas, tidak terbatas diberikan kepada manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk hidup. Dijelaskan dalam ayat di atas bahwa betapa banyak hewan bergerak yang mendapatkan rezeki dari Allah Swt.

6. QS. Ath-Thalaq Ayat 3

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ۝٣

Wa yarzuq-hu min ḫaitsu lâ yaḫtasib, wa may yatawakkal ‘alallâhi fa huwa ḫasbuh, innallâha bâlighu amrih, qad ja‘alallâhu likulli syai'ing qadrâ

“Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Penjelasan ayat di atas menegaskan bahwa Allah Swt. menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak diduga. Kandungan ayat ini juga menjelaskan bahwa Allah Swt. akan mencukupkan keperluan hamba-Nya yang bertawakal.

7. QS. Al-Jumu’ah Ayat 10

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۝١٠

Fa idzâ qudliyatish-shalâtu fantasyirû fil-ardli wabtaghû min fadllillâhi wadzkurullâha katsîral la‘allakum tufliḫûn

“Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa mencari rezeki atau karunia Allah Swt. bernilai ibadah yang dianjurkan. Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa ‘apabila salat Jumat telah dilaksanakan’ sehingga dapat dipahami bahwa mencari karunia Allah Swt. dapat ditempuh begitu ibadah sudah dilaksanakan.

Hadits tentang Rezeki yang Sudah Diatur

Ilustrasi kitab hadits

Ilustrasi Kitab Hadits. (FOTO/iStockphoto)

Hadits tentang rezeki sudah diatur dapat menjadi penguat untuk memahami konsep rezeki dalam Islam. Apa saja hadits tentang rezeki yang sudah diatur?

1. Hadits Riwayat Muslim

"Sesungguhnya salah satu dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari... kemudian malaikat diutus untuk meniupkan ruh dan menuliskan empat hal: amal, ajal, rezeki, dan nasib baik atau buruknya," (HR. Muslim).

Hadits tentang rezeki sudah diatur di atas menjelaskan bahwa rezeki sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. Ini dapat dimaknai bahwa janin dalam kandungan pun sudah Allah Swt. berikan rezeki untuknya.

2. Hadits Riwayat Tirmidzi

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang,” (HR. Tirmidzi).

Tawakal merupakan jalan utama untuk mendapatkan rezeki sebagaimana yang telah dijanjikan Allah Swt. Rezeki akan dicurahkan oleh Allah Swt. untuk hamba-Nya yang benar-benar bertawakal.

3. Hadits Riwayat Ahmad

“Tidaklah jiwa akan meninggal dunia hingga ia menyempurnakan rezekinya, walaupun terlambat datangnya,” (HR. Ahmad).

Rezeki Allah Swt. terbentang luas untuk setiap jiwa yang masih hidup. Rezeki seseorang terputus hanya ketika ia meninggal. Ini artinya, sepanjang kehidupan manusia tak akan terlepas dari curahan rezeki Sang Mahakuasa.

4. Hadits Riwayat Al-Hakim

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, maka Dia menyegerakan rezekinya dan mengakhirkan hukumannya,” (HR. Al-Hakim).

Rezeki merupakan salah satu tanda curahan kebaikan dan kasih sayang Allah Swt. kepada hamba-Nya. Allah Swt. akan menyegerakan rezeki untuk hamba-Nya sebagai suatu tanda kebaikan yang berlimpah.

5. Hadits Riwayat Bukhari

“Sesungguhnya Allah-lah yang memberi dan aku adalah pembagi,” (HR. Bukhari).

Hadits tentang rezeki sudah diatur ini menunjukkan bahwa Allah Swt. adalah pemberi rezeki. Adapun manusia merupakan perantara rezeki tersebut.

6. Hadits Riwayat Abu Nu’aim

“Rezeki mencari hamba sebagaimana ajal mencarinya,” (HR. Abu Nu’aim).

Kandungan hadits tentang rezeki sudah diatur tersebut menjelaskan bahwa rezeki akan mencari manusia sebagaimana ajal mencari manusia. Ini menunjukkan bahwa rezeki dan ajal sama-sama pasti, tidak dapat dielakkan.

7. Hadits Riwayat Ibnu Hibban

“Sesungguhnya rezeki seseorang itu akan mencapainya sebagaimana kematiannya akan mencapainya,” (HR. Ibnu Hibban).

Rezeki dari Allah Swt. untuk hamba-Nya itu seperti kematian yang akan dengan pasti mencapai setiap individu. Kandungan hadits tersebut mneunjukkan kepastian rezeki kepada setiap hamba.

Kumpulan ayat dan hadits tentang rezeki tidak tertukar dapat menjadi renungan utama dalam meningkatkan keimanan. Umat Islam senantiasa diajak untuk meyakini rezeki yang Allah Swt. karuniakan.

Keyakinan tentang rezeki sudah diatur jangan lantas membuat manusia menjadi pasif hanya ingin menunggu rezeki. Justru manusia wajib berikhtiar dan bertawakal dalam menjemput rezeki.

Baca juga artikel terkait ISLAM atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Yulaika Ramadhani