tirto.id - Program Sekolah Unggul Garuda mencatat lonjakan jumlah siswa yang berhasil menembus perguruan tinggi terbaik dunia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan, sebanyak 388 siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi berhasil diterima di berbagai kampus ternama dunia pada tahun ajaran 2025/2026. Jumlah tersebut meningkat 177 persen dibandingkan tahun ajaran 2024/2025 yang hanya mencapai 140 siswa.
“Para siswa tersebut diterima di berbagai perguruan tinggi ternama dunia seperti University of New South Wales di Australia, Nanyang Technological University di Singapura, University of Toronto di Kanada, atau University of California Berkeley, Amerika Serikat,” paparnya dalam konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC serta Arah Kebijakan RAPBN 2027 untuk Pertumbuhan dan Kesejahteraan Rakyat, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Sebagian lainnya diterima di University of Oxford, Inggris, Wageningen University and Research, Belanda, serta Paris Sciences et Lettres di Prancis.
Qodari menjelaskan, peningkatan tingkat keterimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi tersebut terjadi karena kerja sama yang dijalankan pemerintah dengan kampus-kampus di luar negeri melalui sejumlah skema. Skema-skema tersebut antara lain, persiapan SAT (Scholastic Assessment Test) dan IELTS (International English Language Testing System), penguatan bahasa asing selain bahasa Inggris sesuai dengan negara tujuan beasiswa Garuda, pelatihan personal branding dan penulisan esai, penguatan karakter, serta fasilitasi pendaftaran ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Pada saat yang sama, pemerintah juga memperkuat riset kolaboratif STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang melibatkan mitra perguruan tinggi negeri seperti Istitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), dan Institut Pertanian Bogor (IPB), serta empat penyedia jasa profesional.
“Realisasi paling konkret ada pada Beasiswa Garuda 2026 yang menempatkan total 515 penerima ke kampus-kampus top dunia, terdiri dari 370 siswa pada gelombang 1 dan 145 siswa pada gelombang 2,” lanjut Qodari.
Sebaran tujuan terbanyak adalah Australia dengan 138 penerima, disusul Singapura 72 orang, Kanada 70 orang, kampus dalam negeri 140 orang, Hong Kong 38 orang, Amerika Serikat 20 orang, Inggris 17 orang, dan selebihnya tersebar ke Belanda, Tiongkok, Korea Selatan, Belgia, dan Prancis.
Selain mencatat kenaikan jumlah siswa yang diterima di kampus dunia, pemerintah juga menekankan aspek pemerataan akses dalam perekrutan siswa Sekolah Unggul Garuda Baru. Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 307 siswa diterima di empat Sekolah Unggul Garuda Baru, yang terdiri atas 150 siswa laki-laki dan 157 siswi perempuan.
“Sekolah Unggul Garuda Baru mencatat 307 peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026/2027 yang terdiri dari 150 siswa dan 157 siswi, jadi 49:51 persen, yang diseleksi dari 3.935 pendaftar yang lolos verifikasi tahap pertama. Jadi ini seleksinya sangat ketat,” tukas Qodari.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































