Pendidikan Agama Islam

Pengertian Iman & 6 Pilar Iman dalam Islam: Apa Saja Rukunnya?

Kontributor: Nurul Azizah, tirto.id - 15 Sep 2022 13:50 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Rukun iman ada 6 yang mesti diyakini umat Islam. Iman kepada Allah hingga Qada dan Qadar. Berikut selengkapnya.
tirto.id - Rukun iman ada 6 yang mesti diyakini oleh umat Islam. Iman dalam Islam merupakan dasar atau pokok kepercayaan yang harus diyakini setiap muslim. Jika tak memiliki iman, seseorang dianggap tidak sah menganut Islam.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Umar bin Khattab RA, ketika malaikat Jibril menyaru menjadi seorang laki-laki, ia bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:

" ... 'Beritahukan kepadaku tentang Iman' Rasulullah SAW menjawab 'Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.' Orang tadi [Jibril] berkata, 'Engkau benar'," (H.R. Muslim).




Pengertian Iman dalam Agama Islam


Mengutip dari E-Modul PAI, Iman berasal dari bahasa Arab dari kata dasar amana - yu’minu - imanan, yang berarti beriman atau percaya. Adapun definisi iman menurut bahasa berarti kepercayaan, keyakinan, ketetapan atau keteguhan hati.

Imam Syafi’i dalam sebuah kitab yang berjudul al-‘Umm mengatakan, sesungguhnya yang disebut dengan iman adalah suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat, yang tidak sempurna salah satunya jika tidak bersamaan dengan yang lain.

Dilansir dari laman NU Online, berdasarkan pandangan ulama Al-Jurjani (wafat pada 816 H) dalam At-Takrifat, secara bahasa, iman adalah membenarkan dengan hati. Sementara menurut syariat, iman adalah meyakini dengan hati dan mengikrarkan dengan lisan.

Definisi tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Ibnu Hazm Al-Andalusi Al-Qurthubi (wafat pada 456 H) dalam Al-Fashlu fil Milal. Hanya saja, menurut Ibnu Hazm, keyakinan hati dan pengakuan lisan itu harus berlangsung secara bersamaan.

Ia menambahkan bahwa amal perbuatan tidak termasuk ke dalam unsur definisi iman, sebagaimana yang dikemukakan para ulama lain. Amal perbuatan adalah konsekuensi dari iman itu sendiri.

Oleh karena itu, berdasarkan definisi di atas, Al-Jurjani mengatakan, orang yang bersaksi (berikrar) dan meyakini, tetapi tidak beramal, maka dia adalah fasik.

Sementara itu, orang yang bersaksi dan beramal, tetapi tidak meyakini, maka dia adalah munafik. Orang yang tidak bersaksi, meskipun meyakini dan beramal, tetaplah dia orang yang kufur.


Enam Pilar Iman dalam Agama Islam


Keimanan terdiri dari enam pilar yang dikenal dengan rukun iman. Rukun iman wajib dimiliki oleh setiap muslim.

Dilansir dari E-Modul PAI, beriman tanpa memercayai salah satu dari enam rukun iman tersebut, maka gugurlah keimanannya.

Adapun enam pilar keimanan yang wajib diimani secara bersamaan (tidak boleh tidak mengimani salah satunya), antara lain:

  1. Iman kepada Allah SWT;
  2. mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah SWT;
  3. meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya;
  4. meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah SWT;
  5. meyakini akan datangnya hari akhir; dan
  6. mempercayai qada dan qadar Allah SWT.
Pokok pilar iman ini sebagaimana yang disebutkan dalam QS. An-Nisa, 4: 136 yang artinya sebagai berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh,” QS. An-Nisa, 4: 136.



Baca juga artikel terkait AGAMA ISLAM atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight