Menuju konten utama

Perbedaan Iman, Islam, dan Ihsan Beserta Contohnya

Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, dapat dilihat dari beberapa aspek, mulai dari definisi, penyebutan untuk orang yang melaksanakan, hingga keilmuan.

Perbedaan Iman, Islam, dan Ihsan Beserta Contohnya
Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto

tirto.id - Perbedaan iman, islam, dan ihsan, dapat dilihat pada aspek definisi, penyebutan orang yang melaksanakan, jenis ilmu, serta ruang lingkupnya. Dalam praktiknya, iman, islam, dan ihsan, tidak dapat dipisahkan karena saling terkait satu sama lain.

Dalam Kitab Tauhid (1998), yang ditulis Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan dan Agus Hasan Bashori, dijelaskan bahwa seseorang tidaklah cukup hanya menganut Islam tanpa iman. Begitupun sebaliknya. Iman dan Islam belum cukup, harus dibarengi ihsan sehingga seluruh amal ibadahnya mendapatkan nilai atau berpahala di sisi Allah Swt.

Perbedaan Iman, Islam, dan Ihsan

Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, mencakup aspek pengertian, ruang lingkup, urutan, penyebutan pelaku, serta contoh penerapannya. Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan iman, Islam, dan ihsan:

1. Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, dari aspek pengertian

  • Pengertian Islam adalah sikap penyerahan diri seorang hamba kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan perintah serta menjauhi laranganNya demi mencapai kedamaian serta keselamatan di dunia dan akhirat. Unsur-unsur pembentuk Islam mencakup lima hal, yakni membaca dua kalimat Syahadat, mendirikan salat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, haji jika mampu.
  • Pengertian iman adalah keyakinan dalam hati, mengucapkan melalui lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan. Iman ada enam meliputi iman kepada Allah Swt., malaikat, kitab-kitab Allah Swt., para rasul., hari kiamat, serta qada dan qadar Allah Swt.
  • Pengertian ihsan adalah beribadah kepada Allah Swt. seolah melihatNya. Apabila tidak mampu, bayangkan Allah Swt. melihat perbuatanmu. Ihsan terbagi atas empat yakni ihsan kepada Allah, diri sendiri, manusia, dan makhluk.

2. Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, dari aspek ruang lingkupnya

  • Islam mencakup amalan lahiriah.
  • Iman mencakup keyakinan dalam hati.
  • Ihsan mencakup cara dan rasa seorang muslim dalam beribadah.

3. Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, dari aspek urutan atau tingkatan

  • Tingkat pertama dalam agama adalah Islam.
  • Tingkat kedua atau menengah dalam agama adalah iman.
  • Tingkat yang paling tinggi dalam agama adalah ihsan.

4. Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, dari aspek penyebutan orang yang melaksanakan

  • Seseorang yang mencapai tingkat Islam disebut muslim.
  • Seseorang yang mencapai tingkat iman disebut mukmin.
  • Seseorang yang mencapai tingkat ihsan adalah muhsin.

5. Perbedaan iman, Islam, dan ihsan, dari aspek keilmuan

  • Ilmu yang mempelajari Islam adalah syariat dengan objek kajian lima rukun Islam. Ilmu syariat disebut dengan ilmu fikih.
  • Ilmu yang mempelajari iman adalah akidah dengan objek kajian lima rukun Islam. Ilmu akidah disebut dengan ilmu tauhid (teologi).
  • Ilmu yang mempelajari ihsan adalah akhlak dengan objek kajian bagusnya akhlak sebagai buah dari keimanan dan peribadatan. Ilmu akhlak disebut dengan ilmu tasawuf.

Contoh Iman, Islam, dan Ihsan

Contoh iman, Islam, dan ihsan, dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari. Berikut ini contoh perbuatan iman, Islam, dan ihsan:

1. Contoh perbuatan iman

Contoh iman dalam kehidupan sehari-hari meliputi:

  • Selalu mengharapkan rahmat Allah SWT.
  • Rida dengan takdir Allah Swt.
  • Ikhlas, tidak riya dan menjauhi sifat munafik.
  • Menunaikan amanah.
  • Membaca kitab suci Al-Qur'an.
  • Berdoa kepada Allah Swt.
  • Belajar dan menuntut Ilmu.
  • Berbakti kepada kedua orang tua.
  • Menghindari perbuatan yang merugikan dan menyusahkan orang lain.
  • Mencari harta dengan cara halal di tempat yang halal.
  • Enggan berbuat dosa karena takut kepada Allah Swt.

2. Contoh perbuatan Islam

Contoh Islam dalam kehidupan sehari-hari meliputi:

  • Mendirikan salat lima waktu.
  • Membayar zakat fitrah dan mal.
  • Tidak murtad atau bertindak musyrik.
  • Menjalankan puasa Ramadan.
  • Berangkat haji ke baitullah apabila mampu.
  • Senantiasa menjaga syahadatnya.

3. Contoh perbuatan ihsan

Contoh ihsan kepada Allah, manusia, dan orang tua, dapat disimak berikut ini:

  • Ihsan kepada Allah Swt. seperti mendirikan salat dan puasa.
  • Ihsan kepada orang tua seperti mengasihi, memelihara, menjaga, hingga memenuhi keinginannya selagi tidak melanggar syariat.
  • Ihsan kepada kerabat karib seperti memberi bantu hingga melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan.
  • Ihsan kepada tetangga seperti bertegur sapa, memberi makan, memberi bantuan, dan sebagainya.
  • Ihsan kepada fakir miskin seperti memberi uang, makanan, baju, dan sebagainya.
  • Ihsan kepada binatang seperti memberi makan, memberi tempat tinggal, hingga menyembelih dengan cara yang baik.
  • Menghormati dan patuh terhadap orang tua.
  • Ihsan kepada alam sekitar seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon di lahan gundul, dan sebagainya.

Hubungan Iman, Islam, dan Ihsan

Iman, Islam, dan ihsan, merupakan tiga unsur penting dalam agama Islam. Ibarat sebuah rumah, iman adalah pondasinya, Islam ialah tembok serta bangunannya, dan ihsan adalah atap serta ornamen lainnya.

Seorang tidak cukup hanya menganut Islam tanpa mengiringinya dengan iman. Sementara itu, iman dan Islam tidak cukup sehingga harus dibarengi dengan perilaku ihsan.

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa di dalam sikap ihsan sudah terkumpul iman dan Islam. Oleh sebab itu, orang yang berperilaku ihsan lebih istimewa dibandingkan orang mukmin yang lain. Sementara itu, orang mukmin lebih istimewa dibandingkan muslim yang lain. Namun, keduanya tidak bisa dibandingkan sehingga harus berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Sebenarnya, yang disampaikan Ibnu Taimiyah adalah ihsan berkedudukan lebih tinggi dari iman. Di sisi lain, iman berkedudukan lebih tinggi dibanding Islam. Kendati demikian, Islam tidak sah tanpa iman. Demikian juga sebaliknya.

Hubungan iman, Islam, dan ihsan, dapat dipahami secara lebih baik lewat praktik dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dinyatakan Islam dan menjadi muslim setelah mengikrarkan dua kalimat syahadat. Setelah itu, seorang muslim dituntut menjalankan rukun Islam yang lain yakni salat lima waktu, zakat fitrah dan mal, puasa Ramadan, dan berhaji bila mampu.

Namun, seorang muslim tidak hanya diharuskan menjaga keislamannya dengan mengerjakan lima rukun Islam di atas. Dengan keimanannya terhadap Allah, malaikat, rasul, kitab, hari kiamat, dan takdir, seorang muslim harus berbuat baik, artinya berbuat ihsan.

Tidak hanya melakukan perbuatan ihsan, seorang muslim yang telah beriman juga harus berbuat baik kepada sesamanya.

Contoh perbuatan ihsan adalah berbuat baik kepada teman sebaya, menghormati dan mematuhi perintah baik dari orang tuanya, serta senantiasa jujur kepada diri sendiri dan orang lain. Pada intinya, keislaman dan keimanan seseorang akan semakin kuat apabila diiringi dengan perbuatan ihsan.

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN AGAMA ISLAM atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin