Menuju konten utama

Kronologi Viral Tiga Dewa Adventure Booking Camp & Klarifikasi

Viral kasus booking lahan yang melibatkan Tiga Dewa Adventure. Ini kronologi dan klarifikasi lengkap dari operator tur wisata gunung.

Kronologi Viral Tiga Dewa Adventure Booking Camp & Klarifikasi
Sejumlah wisatawan berada di Pos Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Minggu (6/4/2025). Menurut Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) kunjungan wisata alam pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka sejak 3 April 2025 setelah sebelumnya ditutup pada awal tahun 2025 dengan kuota pengunjung untuk semua pintu jalur pendakian Gunung Rinjani sebanyak 700 orang per hari dan durasi pendakian maksimal selama 4 hari 3 malam. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Spt.

tirto.id - Ramai di media sosial video mengenai isu "booking lahan camp" di sejumlah gunung seperti Slamet dan Prau. Warganet mengunggah video tersebut di TikTok dan Instagram dengan menandai Tiga Dewa Adventure, operator wisata pendakian gunung atau TO (tour operator).

Warganet menduga, porter dari Tiga Dewa Adventure "mem-booking" lahan di campground (area kemah) di gunung-gunung tersebut. Salah satu video yang viral soal "booking lahan" ini terjadi di di Pos Plawangan 2 Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

"Tadi kita udah pasang tenda di sini, terus katanya udah dibooking, terus kita diusir, dari tenda yang udah jadi di sini, pindah ke sebelah sini," kata pendaki tersebut dalam unggahan video pendek di kun @luluvitaaasa_, dikutip, Selasa (3/6/2025).

Kronologi Viral Tiga Dewa Adventure, Booking Lahan, dan Klarifikasi

Menurut pendaki tersebut, ia sudah bertanya ke para porter yang berada di lokasi. Namun, ia mengaku ditegur oleh porter pendaki lain begitu tenda sudah berdiri.

"Ada porter lokal yang datang dan marahin kami suruh pindah, katanya lahan sudah dibooking sama temannya. Lalu tanpa debat panjang, saya dan teman-teman pindah cari tempat lain," tambahnya.

Setelah video tersebut muncul, beberapa pendaki mulai mengunggah video pengalaman "booking lahan" ini, yang terjadi tidak hanya di Rinjani. Di TikTok, muncul video saat pendaki hendak naik ke Gunung Slamet tetapi dilarang karena disebut area camp sudah penuh oleh peserta TO.

"Kita mau naik tapi dilarang karena katanya area camp sudah penuh sama para peserta TO, padahal beberapa dari mereka belum naik dan masih di bawah," demikan menurut akun N**mi di TikTok.

Setelah bermunculan video-video tersebut, Tiga Dewa Adventure buka suara. Mereka menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas kegaduhan yang terjadi.

Berikut ini isi klarifikasi Tiga Dewa Adventure:

1. Menanggapi dinamika pemberitaan di sosial media, kami Tiga Dewa Adventure dengan ini menyampaikan permintaan maaf atas apa yang menjadi sorotan publik dan atas kegaduhan yang terjadi serta berimbas kepada nama baik tiga dewa adventure.

2. Kami telah melakukan investigasi dan evaluasi terhadap sistem dan kinerja Sumber Daya Manusia Tiga Dewa Adventure dimulai dari Jajaran Pengurus, guide maupun porter lokal pada kegiatan kami memandu tamu dalam melakukan pendakian di beberapa daerah untuk memastikan bahwa sistem dan kinerja pelayanan kami berjalan dengan baik dan tidak didapati hal-hal seperti yang beredar di beberapa sosial media.

3. Kami memahami bahwa gunung adalah area yang sama-sama ingin kita nikmati dan harus dijaga bersama. Karena itu Tiga Dewa Adventure selaku organisasi, tidak pernah melakukan monopoli atas area camp dan tidak pernah pula melakukan booking area lahan.

Karena kami menggunakan jasa porter lokal untuk mendahului pendakian, diantaranya untuk mendirikan tenda, membawa logistik utama seperti bahan makanan dan peralatan camping lainnya. Apabila dikemudian hari ditemukan bukti terdapat jajaran kami, guide atau porter yang melakukan hal-hal tersebut, maka kami akan mengambil langkah tegas sesuai regulasi yang berlaku.

4. Pada kesempatan ini, kami juga membuka contact person 0895-3280-93337 untuk konfirmasi terkait pemberitaan tersebut yg merugikan Tiga Dewa Adventure, untuk itu kami menghimbau dan memohon kerjasamanya kepada konten creator atau akun-akun media sosial yang telah memposting atau membagikan berita yang tidak benar tersebut, untuk dapat saling menghormati dan dapat melakukan take down video/ postingan lainnya yang merugikan Tiga Dewa Adventure.

5. Kami melindungi hak hukum kami untuk menempuh jalur Hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab karena telah menyebarkan berita bohong/hoax yang menimbulkan kegaduhan di berbagai kalangan.

6. Terima kasih atas perhatian, kepedulian dan kami akan terus menerima masukan dari teman-teman pencinta alam terhadap Tiga Dewa Adventure agar kami menjadi lebih baik. Semoga kita semua dapat menjaga dan memelihara rasa cinta terhadap alam dan bumi nusantara kita. Salam Lestari!

Baca juga artikel terkait PENDAKI atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya