Menuju konten utama

Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR melakukan evakuasi pada Jumat (25/4/2025) usai tertunda karena cuaca buruk dan medan ekstrem.

Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu Ditemukan Meninggal Dunia
Relawan berkoordinasi untuk pencarian seorangh pendaki Gunung Merbabu yang hilang di Ngadirojo, Gladagsari, Boyolali, Selasa (22/4/2025). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Sugeng Parwoto (50), seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, yang sempat hilang saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu via jalur Timboa sejak Jumat (18/4/2025) lalu.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menyebut bahwa Sugeng ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Kamis (24/4/2025) lalu, sekira pukul 17.15 WIB.

Budiono menjelaskan bahwa sebelum akhirnya menemukan jasad Sugeng, tim SAR pada awalnya menemukan sebuah payung berwarna oranye, topi abu-abu, satu set kerangka tenda, ponsel merek Redmi, kaus, hingga dompet milik Sugeng.

“Kamis, 24 April 2025 pukul 17.15 WIB tim SAR gabungan berhasil menemukan payung warna oranye, topi warna abu, frame tenda satu set, HP redmi, kaos serta dompet yang berisi identitas atas nama Sugeng Parwoto, sebagaimana peralatan yang dibawa oleh survivor,” ungkap Budiono melalui keterangan pers tertulis, dikutip Sabtu (26/4/2025).

Barang-barang Sugeng itu ditemukan Tim SAR di tebing antara Pos 4 dan Pos 5 pendakian Merbabu. Tim SAR lantas menyisir daerah sekitar tempat tersebut dan akhirnya menemukan Sugeng yang telah meninggal dunia.

Tim SAR gabungan mencoba untuk menyisir sekitar area dan ditemukan survivor dengan titik koordinat 07º26’40“S - 110 º26’56.2”E dalam keadaan MD (Meninggal Dunia),” ungkap Budiono dalam keterangan resminya.

Tim SAR kemudian langsung menyusun rencana evakuasi jenazah Sugeng. Namun, proses evakuasi sempat tertunda karena cuaca buruk dan medan yang ekstrem.

“Saat sampai di titik koordinat yang berdekatan dengan lokasi korban terdapat kendala antara lain keadaan cuaca hujan lebat disertai kabut, keadaan medan yang berada di pinggir tebing, dan minim penerangan,” jelas Budiono.

Oleh karenanya, proses evakuasi jenazah Sugeng baru mulai dilakukan pada Jumat (25/4/2025) dini hari. Evakuasi dilakukan dengan membawa jenazah secara estafet.

“Evakuasi dimulai Jumat dini hari, dengan tim SAR bergerak secara estafet membawa jenazah turun dari gunung,” ucap Budiono.

Jenazah Sugeng rencananya akan dimakamkan di rumah keluarga istrinya di Dukuh Kertonatan, Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebelumnya diberitakan, Sugeng Parwoto dilaporkan hilang sejak Sabtu (19/4/2025) dini hari saat melakukan pendakian ke Gunung Merbabu via jalur Timboa. Dia sempat mendirikan tenda di Pos 5 bersama rombongan kenalannya bernama Soni, sebelum badai besar menghantam area tersebut pada dini hari.

Koordinator Posko Operasi SAR Gunung Merbabu, Tri Puji menjelaskan, Sugeng pada saat itu berangkat dari rumah menuju Basecamp Gunung Merbabu via jalur Timboa pada Jumat (18/4/2025) sekira pukul 10 pagi.

Baca juga artikel terkait PENDAKI HILANG atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi