Menuju konten utama

Kronologi ASN Dinkes Temanggung Hilang di Gunung Merbabu

Hingga kini, upaya pencarian Sugeng Parwoto masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di Gunung Merbabu.

Kronologi ASN Dinkes Temanggung Hilang di Gunung Merbabu
Pendaki melewati padang sabana di jalur pendakian Gunung Merbabu via Suwanting di Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/3/2023). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, bernama Sugeng Parwoto (50), dilaporkan hilang saat melakukan pendakian ke Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Hingga kini, upaya pencarian Sugeng Parwoto masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Koordinator Posko Operasi SAR Gunung Merbabu, Tri Puji Sugiharto, menyampaikan bahwa hingga saat ini korban masih belum juga ditemukan.

“Untuk hasil sementara sampai detik ini, hasil masih nihil ya. Hasil masih nihil, belum ditemukan,” ujar Tri Puji kepada Tirto melalui sambungan telepon, Kamis (24/4/2025).

Tri Puji menjelaskan Sugeng pada saat itu berangkat dari rumah menuju Basecamp Gunung Merbabu via jalur Timboa pada Jumat (18/4/2025) sekira pukul 10 pagi. Di sana, ia sempat melaksanakan salat Jumat di masjid setempat sebelum memulai pendakian.

Seusai melaksanakan salat Jumat, Sugeng diketahui sempat menghubungi sang istri lewat pesan di ponselnya. Ia mengabarkan bahwa dirinya akan segera memulai pendakian menuju puncak Merbabu.

“Setelah melaksanakan salat Jumat, tepatnya pukul 14.40, itu dia ngabarin istri. Ngabarin istri, ‘Bismillah ya bu, bapak berangkat naik puncak’, gitu,” jelas Tri Puji.

Tri Puji menyebut, Sugeng saat itu memulai pendakian bersama dua orang lainnya yang tidak disebutkan namanya. Namun, Sugeng sempat berpisah dengan kedua orang itu di Pos 3 Gunung Merbabu.

Kedua orang itu tidak melanjutkan perjalanan dan memilih untuk berkemah di Pos 3 karena sudah kelelahan. Namun, Sugeng memilih untuk tetap lanjut berjalan hingga Pos 5. Di sana, ia bertemu dengan rombongan pendaki lainnya. Salah seorang yang dikenal Sugeng dari rombongan ini, yaitu bernama Soni.

“Di Pos 3 itu Pak Sugeng dengan dua orang pendaki itu berpisah karena hanya sama berangkatnya. Mereka berpisah di Pos 3 karena yang dua pendaki ini mendirikan camp itu di Pos 3 karena sudah kelelahan,” kata Tri Puji.

“Pak Sugeng itu masih melanjutkan perjalanan sendiri. Dia melakukan perjalanan menuju ke Pos 5. Nah itu menuju ke Pos 5, ketemulah yang namanya rombongannya Pak Soni. Pak Soni itu kenalan daripada Pak Sugeng. Mereka berkenalan lewat medsos awalnya,” lanjutnya.

Saat tiba di Pos 5, Sugeng langsung disambut dengan hujan deras. Soni pun disebut sempat membantu Sugeng mendirikan tenda dan membuat api unggun.

“Pak Sugeng itu sempat masuk ke tendanya Pak Soni. Pada saat itu juga ditawarin makan sama Pak Soni, tapi Pak Sugeng memilih untuk makan sendiri di dalam tendanya,” tutur Tri Puji.

Menurut kesaksian salah satu anggota rombongan Soni yang bernama Sam, tenda Sugeng masih terlihat hingga pukul 12 malam. Namun, pada hari Sabtu (19/4/2025) sekira pukul 01.30 dini hari, terjadi badai hebat yang merusak tenda-tenda di area camp. Saat itulah, tenda Sugeng sudah tidak tampak lagi.

“Pada saat itu terlihatlah tenda Pak Sugeng sudah tidak ada. Sudah tidak ada, terus Pak Soni tanya ke anak-anak rombongannya itu, ‘Ini Pak Sugeng ke mana?’ dikhawatirkan terkena badai,” terang Tri Puji.

Namun anehnya, pada keesokan paginya, beberapa barang milik Sugeng seperti sepatu, jas hujan, dan sarung tangan masih ditemukan di sekitar lokasi tenda. Meski begitu, tas carrier-nya sudah tidak ada. Tri Puji menduga, tas itu sempat dibawa oleh Sugeng untuk meninggalkan area camp.

Atas hilangnya Sugeng, Tri Puji mengatakan saat ini tim SAR gabungan telah melakukan operasi pencarian resmi selama empat hari sejak Senin (21/4/2025) lalu.

Hingga saat ini, tim SAR belum bisa memastikan apa penyebab pasti hilangnya Sugeng. Tim SAR akan terus melakukan pencarian hingga batas waktu pencarian sesuai standar operasional, yakni tujuh hari.

"Kami maksimalkan untuk upaya dalam pencarian dan pertolongan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PENDAKI HILANG atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto