tirto.id - Posko relawan Masjid Nurul Ashri asal Yogyakarta di wilayah Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang mendapat teror sebuah bingkisan bangkai anjing tanpa kepala. Teror tersebut ditemukan oleh relawan saat menjalankan misi kemanusiaan di sana.
Koordinator Program Baitul Mal Masjid Nurul Ashri, Sunyoto, mengonfirmasi ada temuan bangkai anjing dalam misi kemanusiaan lembaganya di Aceh. Dia mengatakan teror tersebut diterima pada Senin, 23 Februari 2026.
"Kami dapat kiriman dalam bungkus plastik merah itu. Teman kami menduga itu adalah bangkai anjing tanpa kepala," kata Sunyoto diwawancarai kontributor tirto.id di Sekretariat Masjid Nurul Ashri, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026).
Sunyoto menceritakan bingkisan itu ditemukan oleh relawan setelah para relawan membuang sampah di depan posko. Setelah selang beberapa menit, relawan menemukan bingkisan plastik berisi bangkai anjing yang dibiarkan terbuka sehingga aroma busuk pun menyebar.
"Terus teman-teman pulang, kaget di situ ada barang [bangkai] di dekat buldozer mini kami, terus kemudian dibuka," lanjutnya.
Begitu bingkisan itu dibuka, kata Sunyoto, tampak bangkai yang sudah dikerumuni belatung.
Sunyoto mengaku, sebetulnya enggan untuk memproses lanjut soal teror ini. Namun relawan di Aceh menyampaikan bahwa Polsek Kejuruan Muda telah mendatangi posko yang mendapat kiriman bangkai anjing tersebut.
"Mungkin dari polsek ada upaya mengusut atau bagaimana kami kurang tahu. Tapi yang jelas kami tidak melaporkan itu, karena kami pengen di sana, teman-teman relawan di sana agar pekerjaan dan upaya pemulihan di Aceh tetap terus berjalan," ujarnya.
Sunyoto lantas mengatakan, kepada siapa pun pengirim bingkisan itu, ia menegaskan kedatangan tim relawan di Aceh murni untuk misi kemanusiaan yang damai. Tidak dalam rangka yang lain.
Kata Sunyoto, tim relawan Masjid Nurul Ashri sudah tiga bulan di sana dalam melakukan misi kemanusiaan. Mereka melakukan berbagai kegiatan sosial yang mendukung pemulihan usai bencana banjir.
"Mereka mengajar, melakukan pembersihan dengan excavator dan dump truck, itu masih kita jalankan, ngedrop logistik buat buka puasa bareng masyarakat," pungkasnya.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























