tirto.id - Kredit perbankan pada Oktober 2025 masih belum sesuai harapan meski pemerintah telah menempatkan lebih dari Rp200 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan.
Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan kredit pada Oktober hanya 7,36 persen atau melambat dibandingkan September yang sebesar 7,70 persen.
Merespons hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan kembali menambah likuiditas di perbankan melalui penempatan dana pemerintah.
"Nggak (akan evaluasi), malah saya tambahin lagi uangnya,” katanya di The Westin Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan, jika melihat data BI, justru terjadi penurunan jumlah uang beredar di masyarakat atau M0. Menurutnya, penurunan jumlah uang beredar ini terjadi lantaran injeksi likuiditas yang dilakukannya masih kurang.
"Kita lihat M0-nya Oktober menurun sedikit dari 14 persen ke 7 persen, artinya dorongan dari saya agak berkurang sedikit sehingga saya tambah lagi Rp76 triliun. Rp25 triliun (masing-masing) ke BNI, BRI, Mandiri, dan Rp1 triliun ke Bank DKI," ucapnya.
Padahal, sebelumnya Purbaya sudah memindahkan sisa anggaran lebih (SAL) pemerintah yang ada di BI sebesar Rp200 triliun ke bank Himbara. Ia pun telah menggelontorkan kembali Rp76 triliun ke bank BUMN dan BPD.
Namun, menurutnya kebijakan ini belum cukup. Jika mengacu pada data Bank Indonesia, terlihat bahwa M0 adjusted (uang inti) pada Oktober 2025 tercatat sebesar Rp2.117,6 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 14,40 persen.
Angka ini memang mengalami perlambatan dibandingkan posisi September 2025 sebesar Rp2.152,4 triliun yang tumbuh 18,6 persen.
Adapun realisasi penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun hingga 22 Oktober telah mencapai Rp167,6 triliun atau 84 persen dari total dana.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































