tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar lelang, jelang Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, pada 9 Desember.
Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikto, mengatakan, lelang ini telah dibuka sejak 10 November 2025 dan akan ditutup pada 9 Desember 2025 sekaligus mengumumkan pemenang lelang.
"Kemudian setelah di tanggal 9 (Desember) itu, maka pejabat lelang akan menetapkan pemenang lelang sesuai dengan nilai penawaran," kata Mungki kepada wartawan di Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/11/2025).

Mungki menjelaskan pada lelang Hakordia 2025 ini, KPK akan melelang sebanyak 176 lot barang. Kata Mungki, 73 lot diantaranya merupakan barang bergerak dan 103 lot barang tidak bergerak.
Lelang ini akan dilaksanakan secara serentak di 22 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia. Kata Mungki, total nilai dari 176 lot yang akan dilelang adalah Rp289,58 miliar.
Lebih lanjut, Mungki mengatakan KPK juga akan menggelar Aanwijzing di Rupbasan KPK, Cawang, pada 2 Desember 2025. Masyarakat bisa melihat barang lelang secara langsung sebelum melakukan penawaran.
Mungki menyebut peserta lelang yang memenangkan penawaran akan diberikan waktu selama lima hari untuk melakukan pelunasan sebelum proses penyerahan barang.

Mungki mengatakan, dari 178 lot barang rampasan yang dilelang pada Hakordia 2025, paling mahal adalah mobil merek Lexus type LX 570 4X4 AT dengan nomor B 99 BRM warna putih. Mobil tersebut, memiliki nilai limit Rp878,4 juta.
Sementara, barang yang paling murah adalah 1 lot barang elektronik berisi dua buah laptop dan dua buah ponsel yang memiliki nilai limit, Rp667 ribu.
KPK juga melelang banyak barang lainnya seperti pabrik, rumah, dan apartemen. Berdasarkan pemantauan di Rupbasan KPK, terdapat pula barang mewah seperti sepatu, tas, dan emas, turut dilelang.
Kemudian, Mungki mengatakan bahwa 178 lot barang lelang ini bersumber dari 33 perkara yang barang buktinya telah dinyatakan dirampas untuk negara.
Terdapat dua barang yang belum laku dilelang sejak September 2025 lalu. Kedua barang tersebut yaitu Automatic Intelligent Disinfection Robot merek Jinghong dan Face Recognition Access Control Terminal merek UNV.
Jika kedua barang itu kembali tidak laku pada lelang ketiga ini, kata Mungki, akan dibuka opsi hibah kepada Kementerian/Lembaga yang memerlukan barang-barang tersebut.
"Nanti selain di Lelang, kami ada mekanisme PSP atau Hibah. Artinya kalau memang misalnya ini dibutuhkan oleh kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah. Bisa kami upayakan. Kalau nanti lelang di tanggal 9 tidak laku, kita akan upayakan itu," pungkasnya.
Masyarakat bisa mengetahui informasi dan mendaftarkan diri untuk mengikuti lelang ini dengan mengakses website lelang.go.id.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































