Menuju konten utama

Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga ke PDB Turun di Kuartal IV/2025

Konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 53,63% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga ke PDB Turun di Kuartal IV/2025
Pedagang melayani warga yang berbelanja sayur di pasar tradisional Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis (7/8/2025). ANTARA FOTO/Andri Saputra/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi komponen pengeluaran yang berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,39 persen (yoy). Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 53,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga di akhir 2025 itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga di triwulan IV 2024 yang hanya sebesar 4,98 persen.

Meski begitu, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB di triwulan IV 2025 turun tipis, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 53,71 persen.

“Komponen pengeluaran yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB dari sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sebesar 53,63 persen, dan konsumsi rumah tangga ini tumbuh sebesar 5,11 persen pada triwulan IV 2025,” paparnya, dalam Rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Komponen berikutnya yang menjadi pertumbuhan ekonomi terbesar adalah investasi alias pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dari catatan BPS, pada triwulan IV 2025, PMTB tumbuh sebesar 6,12 persen (yoyo), dengan kontribusi mencapai 30,02 persen terhadap PDB.

Diikuti kemudian oleh ekspor, dengan pertumbuhan mencapai 3,25 persen (yoy) dan kontribusi sebesar 23,08 persen terhadap PDB; selanjutnya ada konsumsi pemerintah yang memberikan sumbangan sebesar 9,95 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan sebesar 4,55 persen. Selanjutnya, ada konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT), dengan sumbangan terhadap PDB sebesar 1,38 persen.

Sebaliknya, komponen pengeluaran impor yang tumbuh 3,56 persen (yoy) justru mengalami kontraksi, dengan kontribusi terhadap PDB minus 21,43 persen.

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, pada triwulan IV 2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu dengan memberikan sumbangan sebesar 2,68 persen basis poin. Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 juga ditopang oleh komponen PMTB, dengan sumber pertumbuhan 1,96 persen, dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 0,43 persen,” papar Amalia.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI RI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah