Menuju konten utama

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,04% di 2026

Optimisme ini ditopang oleh sejumlah faktor pendukung, termasuk gelontoran bantuan sosial pemerintah dan harga komoditas yang mengalami perbaikan.

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,04% di 2026
Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, Dok/Nanda Aria Tirto.id

tirto.id - Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan perekonomian Indonesia dapat tumbuh hingga 5,04 persen pada 2026. Menurutnya, optimisme ini ditopang oleh sejumlah faktor pendukung, termasuk gelontoran bantuan sosial pemerintah dan harga komoditas yang mengalami perbaikan.

"Indonesia itu sebenernya bisa tumbuh di atas 5 persen, kita optimis untuk ini," ujar Hosianna dalam Danamon Outlook 2026, di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Dalam paparannya, ia memperkirakan bahwa laju perekonomian pada 2026 akan mengalami perbaikan di level 5,04 persen, dibandingkan 2025. Pasalnya, untuk tahun 2025 ia memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,02 persen atau lebih rendah dibandingkan 2024 yang sebesar 5,02 persen.

Selai itu, stabilitas nilai tukar Rupiah yang bergerak dalam kisaran Rp16.500 hingga Rp16.950 turut mendukung iklim ekonomi 2026. Menurutnya, kestabilan ini membuka peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga.

"Harusnya kalau Rupiahnya menguat, asingnya udah mulai masuk, mungkin ada ruang buat BI nurunin dari 4,75 persen ke 4,5 persen dan bisa lanjut lagi nurunin suku bunganya sebesar 4,25 persen di tahun berikutnya," jelas Hosianna.

Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat mendorong konsumsi rumah tangga, pembentukan tenaga kerja, serta aktivitas ritel dan penjualan otomotif.

Pemerintah dinilai telah menjaga aspek-aspek ini melalui berbagai instrumen kebijakan untuk memastikan perekonomian terus bergerak.

"Jadi kalau ekonominya jalan, yang dibutuhkan juga salah satunya adalah uang yang dari pemerintah, baik dari Kementerian Keuangan, dari Bank Indonesia, itu harus turun ke masyarakat, diinjeksi dan berputar di setiap aktivitas ekonomi," tuturnya.

Selain pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), permintaan domestik juga diperkirakan tumbuh 4,9 persen. Sementara itu, GDP nominal diproyeksikan mencapai 1.589 miliar dolar AS di 2026.

Baca juga artikel terkait BANK DANAMON atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra