Menuju konten utama

Kesepakatan Dagang AS-RI Ditargetkan Rampung Januari 2026

Penyelesaian dokumen legal drafting ini mundur dari yang sebelumnya ditargetkan pemerintah, yakni pada Desember 2025.

Kesepakatan Dagang AS-RI Ditargetkan Rampung Januari 2026
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato saat 13th US–Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11/2025).ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kemungkinan bisa selesai sebelum Januari 2026 berakhir.

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) disebut sudah menyepakati seluruh isu substansi yang telah diatur dalam dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Dengan perkembangan ini, proses kesepakatan dagang dapat dilanjutkan menuju legal drafting pada pekan kedua Januari 2026 dan proses teknis selanjutnya, untuk kemudian dapat ditandatangani oleh kedua pimpinan negara.

"Tadi juga telah disepakati terkait dengan framework timetable dari substansi perjanjian ART, di mana pada minggu kedua bulan Januari 2026, tim teknis Indonesia dan Amerika Serikat akan melanjutkan kembali pertemuan teknis untuk legal drafting, serta clean-up dokumen yang diterkaitkan ditargetkan selesai dalam satu minggu," ungkapnya, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (23/12/2025).

Meski begitu, waktu penyelesaian proses legal drafting masih tentatif, antara 12-19 Januari 2026. Setelah itu, baru kemudian dokumen RAT dapat disiapkan untuk kemudian dapat ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

"Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini akan disiapkan dokumen untuk dapat di tandatangan ini secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat, Pak Donald Trump. Dan saat ini, pihak Amerika sedang mengatur waktu yang tepat untuk rencana pertemuan antara kedua pemimpin tersebut," ujar Airlangga.

Dengan masih berprogresnya pembahasan dokumen ART ini, Airlangga juga memastikan bahwa perundingan kesepakatan dagang dengan United States Trade Representative (USTR) berjalan dengan baik.

Sejalan dengan proses finalisasi legal drafting ini, Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat juga tengah mempersiapkan pertemuan bersejarah antara dua pimpinan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo pun berharap, setelah kesepakatan didapat, tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk Indonesia beserta tarif khusus yang didapat untuk produk unggulan ekspor seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, dan lain sebagainya tersebut bisa segera diimplementasikan.

"Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan insyaallah kalau nanti kesepakatan yang telah sepakati bisa langsung diimplementasikan. Karena memang tugas dari perwakilan kita di Amerika Serikat nantinya adalah mengimplementasikan perjanjian yang akan ditandatangani itu sebut," tutur Indroyono.

Sementara itu, penyelesaian dokumen legal drafting ini mundur dari yang sebelumnya ditargetkan pemerintah, yakni pada Desember 2025. Bahkan, kesepakatan perjanjian dagang dengan AS diharapkan bisa selesai sebelum Natal 2025.

"Kami dengan Pak Menko ditugaskan Pak Presiden untuk menyelesaikan negosiasi tarif. Mudah-mudahan di bulan ini bisa kita selesaikan. Kami dengan Pak Menko dan tim, Insyaallah besok akan ke Amerika," kata Sekretaris Kemenko Perekonomian (Sesmenko), Susiwijono Moegiarso, di kantor Ombudsman RI, Rabu (17/12/2025).

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty