tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersikeras anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terkena pemotongan atau efisiensi anggaran. Hal ini dia nyatakan untuk merespons potensi melebarnya defisit keuangan negara hingga tiga persen.
Dadan mengaku telah membahas anggaran MBG bersama kementerian/lembaga lain. Usai dibahas, anggaran MBG diputuskan agar tidak ada penyesuaian atau tetap seperti sebelumnya.
"Tadi sudah kami bicarakan terkait hal itu. Sementara, kami masih belum ada perubahan dan menunggu situasi," ujar Dadan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
"Sementara, kami masih tetap dengan yang ada terutama yang sudah ditetapkan dengan Undang-Undang APBN 2026," lanjut dia.
Dadan juga menyatakan bahwa 93 persen anggaran BGN digunakan untuk bantuan pemerintah berupa program MBG.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak akan memotong anggaran MBG secara keseluruhan. Dia hanya akan memotong anggaran sub-program MBG yang tidak produktif.
Contoh anggaran yang akan dipotong adalah pos pengadaan motor atau komputer untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Jadi, MBG enggak akan dipotong, kecuali yang enggak produktif. Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang enggak perlu-perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan," tutur Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Dia juga mengatakan Kemenkeu akan memastikan penyaluran anggaran MBG berlangsung efisien.
"MBG enggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien," sebut Purbaya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































