tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membentuk direktorat baru yang secara khusus membidangi diaspora Indonesia. Direktorat ini berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDB).
Dirjen IDB Kemlu, Heru H. Subolo, mengatakan pembentukan Direktorat Diaspora ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong peran diaspora dalam pembangunan nasional sebagaimana Astacita Presiden Prabowo Subianto.
"Ada satu direktorat baru yang dibentuk di Kementerian Luar Negeri, khususnya di Dirjen IDB, yakni Direktur Diaspora. Bagaimana diketahui bahwa Astacita, salah satu Astacita, Presiden Republik Indonesia adalah di dalam rangka mendorong dan menjadikan diaspora sebagai salah satu prioritas di dalam pembangunan nasional," ujar Heru di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, diaspora tidak hanya memiliki potensi ekonomi dan intelektual, tetapi juga menjadi penghubung penting dalam memperluas jaringan Indonesia di tingkat global.
Oleh sebab itu, kata Heru, posisi diaspora menjadi semakin penting dan menjadi salah satu prioritas yang ditangani secara khusus oleh Kementerian Luar Negeri.
Saat ditanya apakah ada kemungkinkan untuk kewarganegaraan ganda bagi diaspora, Heru mengungkapkan bahwa hal itu masih dalam pembahasan. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menggodok kebijakan untuk mendorong kontribusi diaspora kepada Indonesia.
“Itu [kewarganegaraan ganda] menjadi salah satu isu yang dibahas ke depan. Tentu saja selain isu itu, ada beberapa isu lain, yaitu bagaimana kami mempunyai kebijakan yang dapat mendorong diaspora untuk berkontribusi kepada Indonesia,” katanya.
Heru kemudian mencontohkan terkait langkah konkret yang telah dilakukan, di antaranya adalah kemudahan bagi diaspora untuk membuka rekening bank di luar negeri.
“Dan ke depan juga akan ada banyak lagi kebijakan lain yang sifatnya untuk mengakselerasi kontribusi mereka ke dalam negeri,” katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























