tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan, sebanyak 119,5 juta orang akan melakukan perjalanan saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Jumlah tersebut setara dengan 42,01 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 286,7 juta jiwa.
“Berdasarkan survei bahwa yang akan melakukan perjalanan itu adalah sebesar 119,50 juta penduduk. Nah, dari 119 juta tersebut atau itu ada sekitar 21,28 persen atau sekitar 60,53 juta itu melakukan perjalanan untuk dua event, Natal dan Tahun Baru,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dalam media briefing, di SEIA Restaurant Menara Astra, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2025).
Jika diperinci, 7,09 persen atau 20,17 juta orang melakukan perjalanan di Natal saja. Kemudian, ada 13,64 persen atau 38,80 juta orang akan melakukan perjalanan di Tahun Baru saja.
Sementara, untuk moda transportasi yang dipilih 42,78 persen di antaranya adalah berupa mobil pribadi, kemudian disusul oleh sepeda motor sebanyak 18,41 persen; bus 8,17 persen; mobil sewa, mobil travel dan pesawat sebanyak 3,14 persen atau 3,75 juta jiwa; serta kapal laut 2,20 persen atau sekitar 2,62 juta jiwa.
“Penggunaan kendaraan pribadi masih cukup dominan, sehingga kami sangat concern terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Karena untuk Nataru kali ini, kalau melihat perkiraan cuaca di wilayah Jawa itu cukup curah hujan kemungkinan cukup akan tinggi,” lanjut Dudy.
Karenanya, ia mengimbau kepada orang-orang yang menggunakan kendaraan pribadi dalam perjalanan Nataru 2025/2026 untuk memperhatikan kesiapan kendaraan yang akan digunakan. Di sisi lain, Kemenhub juga telah memastikan bahwa jalan-jalan dan fasilitas yang disediakan bagi para pengguna kendaraan tersedia dengan baik.
“Kemudian kita juga menyiapkan posko-posko berkaitan dengan penyelenggaraan Nataru, yang kalau dari Kementerian Perhubungan akan mulai poskonya tanggal 18 sampai dengan tanggal 5 Januari,” ujar dia.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, Kemenhub juga akan fokus pada titik yang berpotensi akan dipadati oleh masyarakat untuk menghabiskan libur akhir tahun. Titik-titik tersebut di antaranya, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.
“Jadi lokasi-lokasi tersebut akan menjadi perhatian kita dimana masyarakat saudara-saudara kita yang merayakan Natal khususnya akan banyak melakukan pergerakan. Begitu juga di Jawa memang sebagian besar juga banyak pergerakan yang akan terjadi adalah di Jawa,” tukas Dudy.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































