tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai luasan kawasan industri yang dimiliki pemerintah jauh lebih sedikit ketimbang kawasan industri milik swasta. Kondisi ini patut disayangkan, karena ia melihat potensi besar di balik pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) oleh Indonesia.
“Dan memang selama ini kawasan industri yang dimiliki pemerintah jauh lebih kecil dibandingkan yang dimiliki oleh swasta,” akunya, dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).
Masih kecilnya kawasan ekonomi khusus yang dimiliki pemerintah ini pun menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Sebab, di samping potensinya yang belum dikelola dengan optimal, luasan KEK yang dimiliki pemerintah juga kalah dengan KEK yang dimiliki Vietnam, yakni mencapai 1 juta hektare.
“Dan Bapak Presiden memberi catatan bahwa perkembangan special economic zone atau KEK di Indonesia. Itu masih lebih punya potensi lebih besar. Karena Vietnam sendiri kawasan ekonomi khususnya sudah mencapai 1 juta hektare,” tambah Airlangga.
Sementara itu, dengan di dalam KEK terdapat banyak kawasan industri, pengembangan KEK milik pemerintah pun tak luput dari tanggung jawab Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Seperti yang telah diketahui, selain mengelola seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara juga merupakan badan yang bertugas mengelola investasi di Tanah Air.
“Nah ini juga PR (Pekerjaan Rumah) bagi Danantara juga. Karena Danantara didalamnya ada kawasan-kawasan industri,” tegas Airlangga.
Meski begitu, sampai pertengahan 2025, dari 25 KEK yang aktif, realisasi investasi yang mampu dicapai adalah senilai Rp294,4 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 187.376 orang. Sedangkan secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia hingga semester I 2025 tercatat telah mencapai Rp942 triliun, naik Rp13,6 triliun dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Dari segi investasi kita lihat capaian di semester I mencapai Rp942 triliun atau naik Rp13,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.Dan serapan tenaga kerja sampai dengan semester I sebanyak 1,2 juta orang. Dan realisasi KEK sebesar Rp294,4 triliun dan mempekerjakan 187.376 orang,” papar Airlangga.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































