tirto.id - Kebakaran hutan besar di California memasuki tahap baru. Setelah menghanguskan lebih dari 29.000 hektare lahan hingga kemarin, hari ini, Selasa (5/8), giliran ratusan rumah warga terancam.
Kebakaran hutan Gifford pertama kali muncul pada Jumat (1/8) di sepanjang State Route 166, di antara Santa Maria dan Bakersfield, California tengah. Api bermula dari beberapa titik kecil yang dengan cepat membesar akibat kondisi semak kering di kawasan Hutan Nasional Los Padres.
Tim pemadam gabungan dari berbagai instansi segera dikerahkan untuk merespons, dengan lebih dari 1.000 petugas bekerja di lapangan. Medan terjal dan asap tebal menjadi kendala utama, mempersulit operasi udara yang dilakukan dengan bantuan teknologi inframerah.
Penanganan difokuskan pada pengendalian titik api aktif, terutama di wilayah hutan belantara San Rafael yang sulit diakses.
Menurut laporan resmi dari CalFire, hingga Senin, kebakaran baru dapat dikendalikan sekitar 5 persen. Cuaca panas dan angin sundowner yang berhembus kencang di sore hari terus menjadi tantangan serius bagi upaya pemadaman.
Prakiraan menyebut kondisi akan memburuk mulai pertengahan pekan. Oleh sebab itu, operasi penanggulangan terus ditingkatkan dengan fokus pada pencegahan perluasan ke wilayah baru.
Dilansir laman AP News, pesawat pemadam kebakaran sempat dikerahkan untuk menjatuhkan air ke arah kobaran api. Namun, upaya ini dihambat tebalnya asap dan medan yang sulit dijangkau.
Dampak Kebakaran Gifford California
Kebakaran Gifford yang melanda wilayah California tengah telah menyebabkan dampak signifikan bagi lingkungan, masyarakat, dan infrastruktur setempat.Api yang berasal dari beberapa titik kecil di sepanjang State Route 166 ini dengan cepat membesar dan hingga Senin (4/8/2025) telah menghanguskan lebih dari 72.000 acre atau sekitar 29.000 hektare lahan.
Masih dari AP News, luas wilayah terbakar setara dengan 100 mil persegi atau 260 kilometer persegi, menunjukkan skala kerusakan yang sangat luas di daerah Hutan Nasional Los Padres, termasuk Kabupaten Santa Barbara dan San Luis Obispo.
Dari sisi kemanusiaan, sedikitnya tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran Gifford. Salah satu korban adalah seorang pengemudi yang mengalami luka bakar serius setelah keluar dari kendaraannya dan dikepung api.
Dua korban lainnya adalah pekerja kontrak yang membantu pemadam kebakaran dan mengalami cedera saat kendaraan segala medan (ATV) mereka terbalik. Ketiga korban ini disebutkan dalam laporan The Guardian, dengan keterangan dari juru bicara Dinas Kehutanan AS, Flemming Bertelson.
Selain menimbulkan korban luka, kebakaran Gifford juga mengancam sedikitnya 450 bangunan, memicu perintah evakuasi, dan memaksa penutupan jalan raya di timur kota Santa Maria.
Gifford merupakan kota kawasan pertanian yang padat penduduk dan memiliki sekitar 110.000 jiwa. Kondisi ini memperparah ketegangan di tengah masyarakat yang terpaksa meninggalkan rumah dan harta benda mereka demi keselamatan.
Dampak terhadap lingkungan juga sangat terasa. Lahan yang terbakar meliputi daerah perbukitan yang dipenuhi semak belukar, pohon ek, dan sycamore khas California.
Aktivitas pertanian dan peternakan juga terganggu. Para peternak terpaksa mengevakuasi ternak mereka ke tempat aman.
Ingin membaca artikel Tirto.id lainnya seputar kebakaran? Klik tautan di bawah ini untuk informasi lengkapnya.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id





























