tirto.id - Atta (48), tengah berada di tempat kerja saat istrinya mengabarkan bahwa rumah mereka yang terletak di Jalan Duri Utara, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, hangus terbakar oleh kobaran api pada Senin (21/7/2025) pagi.
Setelah mendengar kabar itu, Atta langsung bergegas kembali ke rumah untuk membantu sang istri, anak-anak, serta ibu mertuanya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa. Nahas, tak banyak barang yang bisa diselamatkan dari dalam rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an itu.
“Sudah hancur semua [barang-barangnya]. Hancur dua rumah,” kata Atta kepada reporter Tirto pada Selasa (22/7/2025).
Berdasarkan pantauan reporter Tirto di lokasi, seluruh barang elektronik dan perabotan milik Atta dan keluarganya kini telah berubah menjadi tumpukan abu.

Salah satu barang peninggalan mendiang ayah mertua Atta yang sempat menjadi juragan bajaj, yakni sebuah alat press besi, tampak telah hangus terbakar.
“Ini alat [buat] press besi. Pas zaman masih megang bajaj dulu,” kata Atta sambil memandangi alat yang kini sudah tinggal rangka itu.
Atta bukan hanya kehilangan benda-benda mati, melainkan juga tiga kucing peliharaannya. Ketiga kucingnya itu mati dilahap si jago merah karena tak menemukan jalan keluar untuk melarikan diri.
Beberapa helai bulu milik kucing peliharaannya itu tampak masih terlihat di sudut-sudut rumahnya.
“Kucing saya mati. Kayaknya dia susah nyari jalan keluar. Pas saya temukan kondisinya sudah bengkak,” tuturnya.
Atta berharap, ke depannya di wilayah tempatnya tinggal itu dapat disediakan fasilitas hidran dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar insiden serupa tidak terulang lagi.
“[Semoga] difasilitasi untuk adanya hidran atau APAR di wilayah RW 02 Duri Utara ini,” ucap Atta.
Nasib serupa juga diderita oleh Taromah (49), warga yang tinggal di sebuah rumah dua lantai bersama seorang suami dan lima orang anak.
Taromah yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah, itu pindah ke rumahnya yang sekarang setelah menikah dengan sang suami belasan tahun silam.
Pada Senin pagi, ketika Taromah tengah mencuci piring, tiba-tiba ia mendengar ramainya suara teriakan histeris dari tetangga sekitarnya. Setelah ia membuka pintu, api sudah membumbung tinggi ke langit.
“Saya lagi di dalam, lagi mau nyuci piring. Di luar kan teriak-teriak kebakaran-kebakaran,” kata Taromah.
Taromah pun ikut panik setelah melihat warga berhamburan melarikan diri. Ia mengaku tak sempat membawa barang apapun dari rumahnya karena langsung berlari ke tempat yang lebih aman.
“Udah panik. Baju, apa-apa udah nggak kebawa. Tas, buku, segala macam udah nggak ada yang kebawa,” sebutnya.

Bukan hanya Taromah yang mengalami kerugian, adik iparnya pun disebut terpaksa harus merelakan dua unit sepeda motornya habis terbakar.
Sebagai informasi, kebakaran hebat melanda 5 RT di Jalan Duri Utara, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, pada Senin (21/7/2025) pagi sekira pukul 08.35 WIB.
Sebanyak 29 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru dapat dipadamkan hampir 10 jam setelahnya, yakni tepatnya pada pukul 18.09 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 89 rumah tinggal terdampak oleh insiden kebakaran tersebut.
Berdasarkan data sampai dengan Selasa pukul 12.00 WIB, 89 rumah yang dilalap oleh kobaran api itu tersebar di 5 RT di Kelurahan Duri Utara, yakni RT 05, 11, 12, 13, dan 14.
Selain itu, sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) dan 417 jiwa juga terdampak oleh kebakaran ini. Para warga yang terdampak kini terpaksa mengungsi di posko pengungsian yang berdiri di sekitar lokasi kebakaran.
“Objek terdampak 89 rumah tinggal, 130 KK, dan 417 jiwa,” ujar Kapusdatin BPBD Jakarta, Mohammad Yohan, saat dihubungi pada Selasa.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id
































