Mengenal Jenis-jenis Angin: Mulai dari Angin Darat sampai Laut

Oleh: Balqis Fallahnda - 25 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Berikut adalah penjelasan soal jenis-jenis angin, mulai dari angin darat dan angin laut.
tirto.id - Angin adalah gerakan udara yang disebabkan oleh perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah, dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah.

Dilansir dari buku Geografi (2009) susunan Dibyo Soegimo dan Ruswanto, angin diberi nama sesuai arah datangnya dan dibagi menjadi dua kelompok sistem yaitu, angin bersifat umum dan angin bersifat lokal, berikut uraiannya.

Angin bersifat umum

  • Angin barat

Angin barat berembus dari lintang 35° LU/LS menuju 60° LU/LS. Karena pengaruh coriolis, angin barat mengalami pembelokan. Di belahan bumi selatan, angin berembus dari barat laut, sedangkan di belahan bumi utara dari barat daya.

  • Angin kutub

Angin kutub berembus dari daerah di sekitar kutub ke arah daerah sedang. Di belahan bumi utara angin berembus dari timur laut, sedangkan di belahan bumi selatan dari tenggara.

  • Angin pasat

Berembus dari daerah subtropis menuju daerah khatulistiwa karena pengaruh coriolis di belahan bumi utara udara berbelok ke kiri, dan disebut angin pasat timur laut. Adapun di belahan bumi selatan udara berbelok ke kanan dan disebut angin pasat tenggara. Di Indonesia, angin pasat timur laut berlangsung pada bulan Januari, sedangkan angin pasat tenggara berlangsung pada bulan Juli.

  • Angin anti pasat

Angin anti pasat merupakan udara ringan yang bergerak naik ke atas khatulistiwa, selanjutnya mengalir secara mendatar ke wilayah subtropis. Angin anti pasat turun sebagai angin kering di daerah lintang 25° LU/LS - 30° LU/LS dan menyebabkan terbentuknya gurun.

  • Angin siklon dan anti siklon

Angin siklon adalah arus udara berbentuk spiral dan bergerak ke pusat arus udara yang bertekanan rendah. Angin siklon yang terjadi di belahan bumi utara berputar berlawanan dengan arah putaran jarum jam, terjadi pada bulan Mei hingga Desember.

Angin siklon yang terjadi di belahan bumi selatan berputar searah dengan putaran jarum jam, terjadi pada bulan Desember hingga Maret atau April.

Angin anti siklon adalah arus udara yang tertiup dari daerah bertekanan tinggi di pusat arus udara dan membentuk lengkungan. Angin siklon di belahan bumi utara berputar searah putaran jarum jam, sedangkan di belahan bumi selatan berlawanan dengan putaran jarum jam.

Angin musim (monsoon/muson)

Angin yang embusannya selalu berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Angin musim bertiup di daerah tropis/


Angin bersifat lokal

  • Angin darat

Angin yang bertiup dari darat ke laut. Pada malam hari, temperatur laut lebih tinggi dari pada darat sehingga tekanan udara lebih rendah. Oleh karena itu, terjadi pergerakan udara dari darat ke laut.

  • Angin laut

Angin yang bertiup dari laut ke darat. Pada siang hari, temperatur darat lebih tinggi dari pada laut sehingga tekanan udaranya lebih rendah. Oleh karena itu, terjadi pergerakan udara dari laut ke darat yang disebut angin laut.

  • Angin lembah

Angin yang bertiup dari lembah ke puncak gunung. Saat puncak gunung banyak menerima sinar matahari, suhunya menjadi lebih tinggi dan tekanan udaranya rendah. Oleh karena itu, udara bergerak dari lembah ke puncak gunung.

  • Angin gunung

Angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah. Pada malam hari puncak gunung kehilangan banyak panas sehingga suhunya lebih dingin dari pada lembah. Oleh karena itu, udara bergerak dari puncak gunung ke lembah.

  • Angin fhon (angin terjun)

Angin yang awalnya bergerak menuju puncak gunung, kemudian dari puncak gunung turun dengan kecepatan tinggi ke kaki gunung. Jika angin berhembus melintasi pegunungan suhunya akan meningkat. Oleh karena itu, angin ini bersifat kering dan panas. Angin inilah yang disebut dengan angin fhon (angin terjun).


Baca juga artikel terkait JENIS ANGIN atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight